Saturday, October 21, 2017

Yaman undang lebih banyak perusahaan Migas Indonesia

April 26, 2010 by  
Filed under BBM

Yaman mengundang lebih banyak perusahaan minyak dan gas bumi Indonesia untuk berkiprah di negara yang baru memulai bisnis migas sejak 1980-an yang hingga kini masih menyisakan sekitar 51 blok migas terbuka.

Ketua Komisi Pengembangan Energi Parlemen Republik Yaman Abdul Galil Thabet mengatakan beberapa perusahaan Indonesia, seperti Grup Bakrie dan Medco telah berkiprah di Yaman. Menurut dia, Yaman masih memiliki banyak blok migas yang belum diusahakan dan perusahaan-perusahaan asal Indonesia bisa menjadi pengelola blok-blok tersebut.

“Kami melihat banyak hal yang bisa dikerjakan perusahaan Indonesia, seperti Medco di Yaman. Kami masih punya banyak blok yang memiliki potensi tinggi namun belum dikembangkan. ,” katanya, Sabtu malam.

Executive Director Thabet Group of Companies tersebut menyatakan utusan parlemen Yaman telah bertemu dengan beberapa instansi terkait di Indonesia, seperti Kementerian ESDM, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, dan juga Komisi VII DPR terkait niat untuk perluasan kerja sama kegiatan eksplorasi dan produksi migas. Dia menjelaskan telah mendapatkan respons positif dari pihak Indonesia guna peningkatan kegiatan usaha hulu migas perusahaan Indonesia di Yaman.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan pemerintah akan ikut mendorong perusahaan-perusahaan Indonesia untuk bisa berkiprah di Yaman dengan catatan perusahaan tersebut memang memiliki kemampuan. Selain itu, tuturnya,  Undang-undang No.30/2007 tentang Energi memungkinkan dilakukannya kerja sama tersebut.

“Kalau [perusahaan itu] mampu tentu saja [pemerintah akan mendorong investasi perusahaan Indonesia ke Yaman]. Karena ini sesuai dengan Undang-udang Energi,” jelasnya.

Pada pasal 10 ayat 1 disebutkan kerja sama internasional di bidang energi hanya dapat dilakukan untuk; menjamin ketahanan energi nasional, ketersediaan energi dalam negeri, dan meningkatkan perekonomian nasional. Kerja sama tersebut, kata Evita, tidak harus didahului dengan kesepakatan kerja sama di antara kedua pemerintahan.

“Tidak harus didahului G to G.  Kalau bisa business to business [b to b] silakan,” katanya.

Berdasarkan catatan Bisnis, PT Bumi Resouces Tbk melalui anak perusahaan Gallo Oil (Jersey) Ltd memiliki dua blok di Yaman, yaitu Blok R-2 dan Blok 13. Pada September 2009, perusahaan melaporkan telah menghabiskan dana US$5,62 juta di Blok R-2 dan US$6,56 juta di Blok 13. Di kedua blok eksplorasi tersebut, perusahaan tersebut belum menemukan cadangan hidrokarbon.

Adapun, Medco Yaman Holding Ltd juga menguasai 2 blok, yaitu Blok 82 di Wadi Ahmed dan Blok 83 di Wadi Art. Di kedua blok tersebut perusahaan telah memulai kegiatan survey seismik sejak tahun lalu.

Deputy Chairman for Production Affairs Petroleum Exploration and Production Authority Republik Yaman Thabet Ali Abbas mengatakan saat ini Yaman memiliki sekitar 51 blok migas, baik lepas pantai maupun daratan. Sejak diperkenalkan pada 1980-an, katanya, kini terdapat 26 perusahaan migas yang memproduksi migas di Yaman.

“Kami memproduksi 280.000 bph minyak dan 180.000 barel setara minyak gas. Kami sudah membangun kilang LNG dan sejak November tahun lalu berproduksi. Yaman kini memiliki dua perusahaan BUMN migas dengan tingkat produksi 45.000 bph dan mereka terus berkembang,” ungkapnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.