Tuesday, July 25, 2017

minyak dan gas bumi di Blok West Madura Offshore

February 17, 2011 by  
Filed under BBM

Energi ;  Keputusan terkait dengan kontrak minyak dan gas bumi di Blok West Madura Offshore diharapkan bisa segera keluar atau paling lambat akhir tahun ini.

Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengatakan keputusan kontrak Blok West Madura Offshore seharusnya bisa segera keluar. “Paling lambat ya, tahun ini seharusnya. Tidak ada peraturan yang mewajibkan itu. Namun karena kontrak West Madura habis pada Mei 2011, tentu lebih baik segera keluar,” ujar Elan kepada Bisnis, hari ini.

Adapun kewenangan untuk memutuskan kontrak itu terletak di tangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Elan mengatakan pihaknya hanya memberikan rekomendasi atas nasib kontrak tersebut. Karenanya, dia enggan menyebutkan bagaimana kelanjutan nasib pengelolaan blok tersebut.

Saat ini PT Pertamina (Persero) memegang 50% saham di blok West Madura Offshore. Sisanya dipegang oleh Kodeco dan China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), di mana masing-masing memiliki 25% saham. Kendati Pertamina menjadi mayoritas, Kodeco Energy Ltd memegang lead operator blok tersebut.

VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan masih mempersiapkan rencana pengambilalihan lead operator di blok tersebut. Pertamina berkeinginan untuk menguasai 60% saham di blok tersebut. “Saat ini masih dalam proses. Kami harapkan kami bisa menjadi lead operator di West Madura Offshore dengan penguasaan 60%,” katanya.

Menurut dia, blok West Madura Offshore saat ini bisa menghasilkan minyak sekitar 30.000 barel per hari (bph), sementara untuk gas mencapai 120 juta kaki kubik gas per hari. Ke depan, Pertamina juga punya rencana untuk menggenjot produksi dari blok tersebut. Akan tetapi, Harun tidak menyebutkan berapa angka produksi yang dibidik pihaknya.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies Marwan Batubara mendukung langkah Pertamina yang ingin menjadi lead operator di blok tersebut. Bahkan dia berharap Pertamina harus menguasai seluruh pengelolaan di West Madura Offshore. “Sikap pemerintah harus jelas. Tidak hanya di West Madura, setiap ada yang kontrak yang habis seharusnya diserahkan ke Pertamina,” ujar Marwan.

Dia menilai kontrak yang habis merupakan kesempatan emas untuk menjadikan Pertamina semakin besar. Pemerintah juga diharapkan konsisten dengan pernyataan-pernyataannya yang ingin membesarkan Pertamina. “Kesiapan Pertamina itu relatif. Ini adalah sektor strategis jadi jangan sampai salah pengelolaan. Pertamina perlu didukung dan difasilitasi,” tutup Marwan.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.