Friday, January 20, 2017

Wapres minta 2 menteri selesaikan blue print gas RI

April 24, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat mengatakan Wakil Presiden Boediono telah melayangkan surat kepada Menteri ESDM dan Menko Perekonomian agar keduanya menyelesaikan blue print gas nasional akhir bulan ini.

Blue print gas nasional itu, kata dia, akan dijadikan bahan perundingan untuk membuat keputusan soal pengoperasian Donggi Senoro.

Menurut Yopie, dalam memutuskan Donggi Senoro Wapres menginginkan adanya pengkajian secara mendalam sehingga menghasilkan keputusan yang optimal. Bukan sebaliknya, memberikan keputusan yang terburu-buru namun nantinya bisa merugikan kepentingan nasional.

“Dengan demikian Bapak Wapres tentu saja akan menanti kajian, dan beliau sudah kirim surat ke Menteri ESDM [Darwin Z. Saleh] dan Menko Prekonomian [Hatta Rajasa] untuk berunding lagi soal ini. Wapres minta supaya blue print itu siap paling tidak akhir bulan ini,” kata Yopie di Istana Wapres, hari ini.

Wapres, kata dia, menilai pentingnya dibuat blue print mengenai gas nasional mengingat keputusan Donggi Senoro tidak baik bila berdasarkan penilaian dari satu titik karena Indonesia memiliki masalah serius terkait soal pemenuhan energi di dalam negeri.

Yopie mengatakan Wapres menghendaki data yang komprehensif, menyusul masukan yang terus mengalir. Terakhir, kata diam ada usulan dari Menteri Perindustrian M.S. Hidayat saat retreat di Bali yang digelar 19-21 April, yang meminta pemerintah memperhatikan masalah kebutuhan gas untuk industri domestik.

“Bapak Wapres menerima  banyak informasi, pandangan, rekomendasi soal ini. Ada yang ingin boleh diekspor, ada yang ingin hati-hati [melakukan ekspor] dan minta domestik jadi prioritas, ada yang minta supaya daerah segera dapat bagi hasil [jadi] minta cepat-cepat [diputuskan],” katanya.

Tentu saja, lanjutnya, akan makin baik jika keputusan soal gas Donggi-Senoro mempertimbangkan semua faktor kebutuhan nasional berkaitan dengan kepentingan daerah, industri yang membutuhkan gas, termasuk urusan yang berkaitan dengan perizinan maupun studinya.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat meminta ketegasan dan keberanian dari pemerintah untuk memutuskan pengoperasian Donggi-Senoro, karena keterlambatan persetujuan dikhawatirkan bakal menurunkan harga jual gas akibat kelebihan pasokan dunia.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana menegaskan parlemen akan memanggil Menko Perekonomian pada awal Mei 2010 jika pemerintah, dalam hal ini Wakil Presiden Boediono, tidak segera memutuskan pengoperasian gas Donggi Senoro hingga akhir bulan ini.

DPR sebenarnya ingin memanggil Wapres tetapi secara ketatanegaraan hal itu tidak memungkinkan. Untuk itu, parlemen akan meminta Menko Perekonomian menjelaskan mengapa proyek Donggi ini terus ditunda oleh pemerintah.

“Jika hingga akhir bulan ini tidak diputus, kami akan memanggil Menko Perekonomian awal Mei,” kata Sutan (Bisnis, 21 April).

Donggi Senoro merupakan proyek LNG (liquefied natural gas} yang menjadi bagian dari harapan utama masyarakat Sulawesi Tengah. Pengelolaan gas bumi Senoro diyakini dapat menampung tenaga kerja yang diperkirakan mencapai ribuan orang. Pemprov/pemkab dan pemkot se-Sulawesi Tengah akan memperoleh pendapatan yang jumlahnya cukup besar jika pengelolaan gas bumi Senoro berjalan.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.