Friday, May 26, 2017

Wakil Presiden: Gas Donggi-Senoro Dikaji Mendalam

April 17, 2010 by  
Filed under BBG

New York – Wakil Presiden Boediono menyatakan, pemasaran gas dari lapangan Donggi-Senorog masih dalam kajian. “Soal itu bukan saya yang harus
memutuskan, tapi memang harus dikaji secara mendalam,” ujarnya kepada Tempo dengan mimik rada tegang, setelah jumpa pers di kamarnya menginap, Hotel Intercontinental, New York, Amerika Serikat, Rabu petang waktu setempat (14 April 2010) atau Kamis subuh waktu Indonesia.

Perkara kebijakan memasarkan proyek senilai lebih dari US$ 6 miliar ini memang masih menggantung. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Saleh dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa sampai harus berkirim surat kepada Wakil Presiden unuk meminta ‘petunjuk’ ihwal keputusan memasarkan gas tersebut.

Menteri Darwin, saat ditemui Tempo di Hotel ullerton,Washington DC, Selasa malam lalu waktu setempat, membenarkan, sudah berkirim surat kepada Wakil Presiden soal Donggi. “Kami menyerahkan keputusan itu kepada Bapak Wakil Presiden,” ujarnya.

Namun, Boediono masih bersikukuh untuk berhati-hati. “Kita harus melihatnya secara menyeluruh, dilihat gambar besarnya, bukan hanya ladang per ladang,” kata Boediono, yang saat itu didampingi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan utusan khusus Presiden untuk urusan Millenium Development Goals MDG’s) Nina F.Moeloek.

Boediono datang ke Amerika untuk kunjungan resmi menghadiri KTT Pengamanan
Nuklir, yang digagas Presiden Obama. Sebelum melakukan foto ession untuk disalami Obama, Boediono juga dijamu makan siang oleh Wakil Presiden Joe Biden di Ruang Observatorium, bersama sejumlah pemimpin negara non-blok lainnya.

Boediono sempat berpidato dalam forum KTT yang uga dihadiri 37 kepala negara/pemerintahan itu, diantaranya Presiden Rusia Medvedev, Presiden Prancis Sarkozy dan Presiden China Hu Jintao.

Usai penutupan KTT Nuklir, Boediono menghadiri jamuan makan malam dengan Usindo, yang dihadiri para pengusaha besar AS yang berbisnis di Indonesia, menyaksikan penandatanganan OPIC atau jaminan dukungan investasi RI-AS dan bertemu Perdana Menteri Belanda Balkenende. Dari Washington Wakil Presiden menujuĀ  New York, untuk mengikuti diskusi meja bundar dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon, Presiden Tanzania Jayakaya Kikwete dan Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg soal kesehatan ibu dan anak di negara-negara berkembang.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.