Friday, March 24, 2017

UU Lingkungan Hidup ancam industri migas

February 24, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

JAKARTA .  Beberapa substansi dari UU No.32/2009 tentang Lingkungan Hidup dipastikan bakal menghambat kegiatan operasi migas dan juga pertambangan di Tanah Air sehingga pemberlakuan UU itu per 1 April 2010 menjadi isu kritikal yang memicu perdebatan sengit antara pemerintah dan investor.

Vice President Indonesian Petroleum Association Sammy Hamzah mengatakan beberapa substansi dari UU Lingkungan Hidup yang disahkan pada Oktober itu telah mengakibatkan perubahan signifikan, terkait dengan prosedur birokrasi menyangkut lingkungan hidup.

Penerapan UU LH tersebut, katanya, tidak hanya akan mengakibatkan kegiatan operasi migas, melainkan juga pertambangan. “Sehingga UU itu sangat kritikal. Itu menjadi perhatian sekali dari investor migas dan pertambangan,” kata Presdir PT Energi Pasir Hitam itu hari ini.

Sammy mengatakan aturan mengenai baku mutu lingkungan, di mana di dalamnya terkandung ketentuan mengenai ambang batas temperature air buangan serta zero flaring bagi industri migas hanya salah satu dari aspek yang mengganggu.

Beberapa proses birokrasi yang muncul akibat pengesahan UU LH tersebut juga berakibat pada keterlambatan proyek yang direncanakan investor.

Dia mencontohkan kegiatan pengeboran sumur ketiga gas metana batu bara oleh PT Energi Pasir Hitam di Kalimantan telah tertunda akibat adanya tambahan prosedur.

“Ephindo sudah mengalami keterlambatan proses drilling di Kaltim. Well ketiga kami itu seharusnya sudah dibor dua pekan lalu. Ini karena seluruh proses terkait dengan lingkungan hidup dipusatkan di Kementerian Lingkungan Hidup,” katanya.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo, belum lama ini, mengatakan penerapan UU LH berpotensi membuat proyek-proyek tertunda yang akan mengakibatkan inefisiensi.

Sebelumnya, tuturnya, prosedur perizinan terkait lingkungan hidup bisa dilakukan melalui Kementerian ESDM, sebelum dipindahkan ke KLH dan Pemerintah Daerah. Selain masalah inefisiensi, Evita juga menyinggung mengenai potensi penurunan produksi migas hingga 50% apabila UU yang juga mengatur baku mutu lingkungan hidup itu benar-benar dinyatakan efektif berlaku pada 1 April 2010.

Detik Finance
Rudi Ariffianto

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.