Wednesday, January 18, 2017

Usulan skema asuransi PLN persulit investasi tenaga panas bumi

March 30, 2010 by  
Filed under Geothermal

Usulan skema asuransi untuk kegiatan eksplorasi pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang dilontarkan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dinilai hanya mempersulit pengembangan energi baru dan terbarukan tersebut.

Ketua Asosiasi Panas bumi Indonesia (API) Suryadharma mengungkapkan dengan skema asuransi atau pemberian jaminan tersebut tentunya ada premi yang akan dibayarkan kepada pihak penjamin.

“Ini [asuransi eksplorasi] hanya akan memperkeruh suasana dan memberikan kesan rumit untuk investasi panas bumi sehingga malah tidak akan berkembang,” ujarnya, hari ini.

Bagaimana tidak, kata dia, bila menggunakan skema asuransi untuk kegiatan eksplorasi, investor harus menyediakan dana awal yang lebih besar di luar kebutuhan investasi panas bumi yang sesungguhnya.

Selain itu, dia menambahkan belum tentu ada pihak yang mau membiayai asuransi tersebut mengingat selama ini belum ada pengalaman untuk hal serupa. Menurut dia, sebagian besar kegiatan eksplorasi, baik di sektor minyak dan gas bumi maupun panas bumi, menggunakan dana equity.

“Sebetulnya PLN memang ingin menyelesaikan masalah di panas bumi, tetapi kalau itu [usulan skema asuransi] yang diluncurkan, malah akan menimbulkan masalah baru.”

Menurut dia, skema asuransi yang diusulkan PLN tersebut hanya untuk memberikan jaminan dan kepastian bahwa ada pihak tertentu yang sanggup melakukan eksplorasi, untuk selanjutnya disepakati kontrak jual-beli listrik panas buminya.

Namun, tegas Suryadharma, sebetulnya penyelesaian utama yang akan memberikan kepastian tersebut bisa diatasi bila ada kesepakatan antara pengembang dengan PLN terkait waktu pembuatan kontrak jual beli, apakah dibuat sebelum atau sesudah kegiatan eksplorasi.

“Kan intinya itu, bagaimana memberikan kepastian pengembangan panas bumi dan juga ada pembelinya. Perlu kajian kembali untuk rencana asuransi ini. Jangan sampai memperpanjang persolan dan menutup investasi panas bumi.”

Menurut dia, seharusnya pemerintah memberikan jaminan bahwa PLN akan membeli listrik panas bumi dengan harga yang sudah ditetapkan saat ini, yakni maksimal US$0,097 per kWh. Pengembang, kata Suryadharma, dalam menawarkan harga listrik panas bumi kepada PLN tentunya memperhitungkan semua aspek, termasuk risiko fluktuasi bunga pinjaman dan kegiatan eksplorasi.

“Itu [harga penawaran] jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga listrik BBM. Di sisi lain, komitmen PLN mau membeli tidak ada. Sekarang PLN mempersoalkan kembali bahwa mereka hanya punya kewajiban beli tetapi tidak ada kewajiban kapan mereka harus membeli. Kan semakin rumit lagi,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, menurut Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin, usulan skema asuransi tersebut bertujuan memberikan rasa aman dalam pengembangan listrik panas bumi, baik bagi BUMN listrik itu maupun pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

“Dengan skema asuransi akan ada cost recovery atas biaya eksplorasi yang dikeluarkan, terutama untuk risiko kegagalan karena dana eksplorasi goethermal itu tidak pasti. Besaran premi yang akan dibayarkan kepada penjamin, nantinya disepakati antara PLN dan pengembang secara B to B [business to business]. Bisa saja 50:50,” tutur Murtaqi.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.