Friday, January 20, 2017

Usia PLTN di negara maju bahkan diperpanjang

April 6, 2010 by  
Filed under Featured, Nuclear Power

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menilai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) masih menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan listrik di sejumlah negara maju.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Hudi Hastowo mengatakan PLTN di negara-negara maju bahkan diperpanjang usianya, tidak ditutup seperti isu yang  disebar luaskan selama ini.

“Yang terjadi justru sebaliknya, PLTN diperpanjang usianya. Contohnya pada akhir Maret lalu, Pemerintah Jerman justru mengusulkan memperpanjang PLTN-nya hingga 20 tahun lagi, setelah usia PLTN-nya hampir berakhir,” kata Hudi Hastowo seperti dilaporkan Antara hari ini.

Menurut dia, sejumlah negara di Eropa selama ini memilih diam soal PLTN, namun di balik itu, tetap membeli listrik dari jaringan listrik PLTN milik Prancis, sebuah negara yang 78% listriknya berasal dari PLTN.

Begitu juga dengan Amerika Serikat, lanjutnya, dukungan masyarakat terhadap sumber energi itu 74%. Padahal di negara itu sudah ada 104 PLTN, sedangkan Jepang yang memiliki trauma nuklir Hiroshima-Nagasaki serta memiliki karakter geologi rawan gempa mirip Indonesia, telah berpuluh tahun memiliki 55 PLTN, dua unit sedang dibangun dan 11 dalam rencana.

Dia menambahkan Korea Selatan yang dahulu sama-sama terbelakangnya dengan Indonesia kini sudah menjadi negara maju dengan 20 PLTN. Demikian pula China dan India berlomba-lomba membangun PLTN.

“Bahkan Uni Emirat Arab, negara yang hanya memiliki enam juta penduduk dan sangat kaya minyak juga berencana memiliki PLTN, karena mereka sangat tahu bahwa cadangan minyak sangat berharga disimpan untuk masa depan,” tambahnya.

Dalam sebuah kesempatan perbincangan dengan Bisnis.com belum lama ini, Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsya menilai pembangkit berbasis nuklir sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik negara yang terus meningkat.

“Kami akan membahas masalah pembangkit tenaga nuklir itu.”

Pemerintah telah merencanakan membangun PLTN di Semenanjung Muria Jepara Jawa Tengah. Pembangunan itu diharapkan bisa diimplementasikan pada 2010 untuk mengejar target 2% pemanfaatan energi nuklir pada 2025.

“Karena persiapan prakonstruksinya butuh enam tahun, dimulai dari penunjukan suatu badan pengelola yang nantinya mengurus izin tapak lokasi reaktor, konstruksi, operasi hingga decommisioning reaktor ketika habis usianya,” ujar Hudi

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.