Sunday, September 24, 2017

US$60 juta disiapkan PGN untuk kembangkan terminal LNG

April 15, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyiapkan dana sekitar US$60 juta untuk mengembangkan LNG receiving terminal di lapangan Arun milik ExxonMobil.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar menuturkan melalui pengembangan LNG receiving terminal, PGN bisa menyimpan gas di fasilitas tersebut.

“PGN sudah menyatakan minatnya untuk memanfaatkan 4 train [terminal] di Arun milik Exxon untuk dikembangkan dan sejauh ini sudah ada pembicaraan awal mengenai rencana tersebut,” ujarnya hari ini.

Sejauh ini, Exxon berniat menyudahi kontrak lapangan migas Arun pada 2014.

Keputusan Exxon itu diambil dengan pertimbangan lapangan migas ini dinilai sudah tidak lagi menguntungkan.

Sementara itu, Direktur Utama PGN Hendi P. Santoso menuturkan jumlah ang dikembangkan itu bisa saja berubah tergantung pada kebutuhan untuk pengembangan.

“Belum ada pembicaraan yang matang mengenai rencana pengembangan lapangan Arun. Selain itu, kebutuhan pendanaan bisa berubah,” tuturnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Evita H Legowo mengatakan belum ada kepastian siapa yang memanfaatkan empat terminal yang ada di Arun.

Apakah dikerjakan PGN, Pertamina atau kolaborasi keduanya. Saat ini PGN juga akan mengembangkan LNG receiving terminal di Sumatra Utara guna memasok kebutuhan gas bumi di wilayah tersebut.

Selain untuk industri, gas juga akan dialokasikan untuk pembangkit listrik. PGN bersama Pertamina pada hari ini meneken perjanjian untuk pendirian perusahaan patungan yang menjalankan bisnis LNG Receiving Terminal, yaitu PT Nusantara Regas.

Pertamina memegang 60% saham di Nusantara Regas, dan sisanya sebesar 40% dipegang oleh PGN. Modal dasar untuk pendirian perusahaan patungan tersebut Rp2 triliun dan modal disetor sebesar Rp500 miliar.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.