Sunday, July 23, 2017

Transaksi migas via bank BUMN capai US$763 juta

April 17, 2010 by  
Filed under BBM

Jumlah transaksi pembayaran kontrak-kontrak pengadaan barang dan jasa antara kontraktor kontrak kerja sama dan penyedia barang serta jasa migas melalui bank BUMN hingga kuartal pertama 2010 mencapai US$763 juta dari total belanja pada periode itu yang mencapai US$2,6 miliar.

Wakil Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Hardiono mengatakan sejak diimplementasikan secara efektif pada Juni 2009, hingga 31 Maret 2010 total transaksi pengadaan barang dan jasa migas melalui bank BUMN telah mencapai US$4,69 miliar. Dari jumlah tersebut, US$3 miliar di antaranya terjadi pada tahun buku 2009.

Dia mengakui nilai transaksi itu masih berada di bawah yang menjadi harapan badan pelaksana. Sesuai dengan target BP Migas, nilai transaksi pengadaan barang dan jasa migas yang melalui bank BUMN seharusnya 70% dari total nilai kegiatan pengadaan.

“Kegiatan pengadaan barang dan jasa itu jumlahnya 70% dari total belanja hulu migas. Kami harga menargetkan 70% dari total nilai pengadaan barang dan jasa itu masuk ke bank BUMN,” katanya,hari ini.

Menurut perhitungan Bisnis.com, berdasarkan asumsi-asumsi yang digunakan BP Migas tersebut, dengan nilai total belanja pada kuartal pertama yang mencapai US$2,6 miliar, seharusnya transaksi yang terjadi lewat bank BUMN bisa mencapai sekitar US$1,27 miliar.

“Kami berharap rasio yang kami inginkan bisa tercapai pada akhir tahun karena biasanya belanja mulai merangkak naik pada kuartal ketiga dan keempat.”

Kewajiban penggunaan bank BUMN untuk transaksi barang dan jasa bagi KKKS produksi mulai diperkenalkan sejak April 2009. Namun, karena kewajiban tersebut membutuhkan berbagai penyesuaian di antara tiga pihak, baik kesiapan informasi teknologi perbankan domestik, KKKS, dan juga vendor, kebijakan itu baru dinyatakan efektif pada Juni 2009.

BP Migas mewajibkan KKKS dan vendor untuk membuat rekening di bank BUMN sebagai bank garansi sebelum eksekusi proyek pengadaan barang dan jasa hulu migas direalisasikan. Data dan informasi transaksi tersebut dijadikan sebagai syarat bagi direalisasikannya pembayaran cost recovery atas kegiatan pengadaan tersebut.

Berdasarkan data BP Migas, Bank Mandiri telah menjadi bank garansi untuk transaksi dengan total nilai sebesar US$3,16 miliar, BNI sebesar US$565,27 juta, dan BRI sebesar US$522,35 juta. Adapun, transaksi yang melalui Bank Syariah Mandiri dan konsorsium Mandiri dan BNI masing-masing mencapai US$291,31 juta dan US$84,62 juta.

Bagi perbankan, Managing Director BRI Sulaiman Arif Arianto mengatakan transaksi tersebut bermanfaat untuk meningkatkan likuiditas dolar. Khusus untuk penyimpanan dana abandonment and site restorations (dana untuk kegiatan rehabilitasi pasca tambang) yang nilainya kini mencapai US$141,45 juta, tuturnya, bisa menambah jumlah dana pihak ketiga dari perbankan.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.