Saturday, March 25, 2017

TPPI optimistis dapat pasokan kondesat BP Migas

October 29, 2010 by  
Filed under BBG

PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) optimistis akan mendapatkan pasokan kondesat dari Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.

Direktur Utama Tuban Petrochemical Industries, induk usaha TPPI, Amir Sambodo mengungkapkan TPPI sudah berkomitmen memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh BP Migas untuk pasokan kondesat tersebut, termasuk detil pembayaran dan pengirimannya.

“TPPI akan memenuhi semua persyaratan yang dimintakan BP Migas Migas. Berarti kondesatnya harus tetap disuplai. Aturannya juga ada yang memprioritaskan [kondesat] kepada refinery dalam negeri dan TPPI itu dalam negeri,” tuturnya kepada Bisnis, malam ini.

Seperti dikutip Antara, BP Migas menghentikan sementara pasokan kondensat ke TPPI sampai perusahaan tersebut memperoleh persetujuan penunjukan penjualan (sales appointment agreement/SAA), serta menyelesaikan utangnya ke PT Pertamina (Persero).

“Mereka [TPPI] juga harus menyelesaikan utang-utangnya yang diminta orang keuangan [Kementerian Keuangan],” tutur Deputi Operasi BP Migas Budi Indianto.

Namun, menurut Amir, TPPI juga sudah menandatangani kontrak suplai kondesat dari BP Migas hingga sekitar 40.000 barel per hari (bph), sehingga komitmen pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) juga bisa dipenuhi.

“Setahu saya, tidak ada keputusan menghentikan sementara pasokan kondesat itu ke TPPI oleh BP Migas. Selama TPPI memenuhi persyaratan ke BP Migas, setahu saya, tentu suplai kondesatnya tidak akan berhenti. Sampai saat ini TPPI berproduksi terus.”

Dia menilai sangat tidak beralasan bila BP Migas menghentikan pasokan kondesat ke TPPI karena persoalan utang perusahaan ke Pertamina. “Tidak bisa dong. Itu kan persoalan B to B [business to business] Pertamina dengan TPPI. Pertamina juga sudah mengajukan ke arbitrase, kurang apa lagi?.”

Terkait persoalan utang TPPI ke Pertamina, Amir menjelaskan pihaknya sebagai holding sudah memerintahkan kepada TPPI untuk tetap membayar utang tersebut dengan cara apapun. Untuk diketahui, tegasnya, TPPI bukan mengambil hak privilage Pertamina karena sudah menawarkannya kepada BUMN migas tersebut.

Lagi pula, lanjutnya, kewajiban Pertamina yang harus membayar ke BP Migas sejumlah privilage yang diambil itu, tidak dipenuhi oleh Pertamina. “Kalau Pertamina sudah mengambil, terus tidak mau bayar, dianggap utang semua. TPPI kan tidak bisa bayar ke BP Migas.”

Atas dasar itulah, kata Amir, TPPI akhirnya menawarkan produknya ke PLN melalui tender yang dibuka perusahaan listrik pelat merah itu. Menurut dia, hasil penjualan BBM ke PLN itu akan dibayarkan ke Pertamina karena pembayarannya bisa dilakukan secara cash.

Menurut dia, Pertamina juga mempunyai hak veto di TPPI dalam pengambilan keputusan. Bahkan. Lanjut dia, semua aset TPPI seperti pelabuhan, power plant, pabrik, dan lainnya sudah dijaminkan ke Pertamina.

Selain itu, dia menambahkan hingga kini Tuban Petro yang mempunyai 59,59% saham di TPPI, sekitar 70% masih dimiliki PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Itu artinya, kata dia, tidak ada alasan mengatakan kalau Pertamina tidak secure karena perseroan itu mempunyai hak mengambil alih management TPPI bila dinilai membahayakan akibat utangnya ke Pertamina.

“Jangan sampai masyarakat salah pengertian. TPPI mengakui ada utang, itu  betul, tetapi itu akan dibayar. Kemenkeu [Kementerian Keuangan] juga punya kepentingan supaya TPPI menghasilkan laba, supaya nanti labanya membayar utang ke pemerintah juga lewat Tuban Petro,” pungkas Amir.

Sebelumnya, VP Corporate Communications Pertamina Mochamad Harun mengungkapkan BUMN migas itu sudah mendaftarkan gugatannya ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).

Bahkan, perseroan melayangkan surat protes kepada PLN untuk mengingatkan perusahaan listrik pelat merah itu mengenai utang TPPI yang belum dibayarkan kepada Pertamina.

“Masalahnya itu kan kewajiban dia [TPPI] ke Pertamina itu tidak dijalani. Intinya, kita akan mengingatkan PLN kalau TPPI itu punya kewajiban yang tidak diberikan ke kita, tetapi kok sekarang dia jual [minyak solar] ke PLN. Tindakan menjual solar ke PLN itu juga sudah menunjukkan itikad tidak baik,” tutur Harun.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.