Thursday, March 30, 2017

TP3M prediksi produksi bisa capai 970.000 bph

April 21, 2010 by  
Filed under BBM

Tim Pengawas dan Percepatan Produksi Minyak (TP3M) memperkirakan tingkat produksi rata-rata minyak 2010 masih bisa mencapai 970.000 barel per hari (bph).

Asumsi itu didasarkan akan terjadi lonjakan produksi mulai Juni dan kembali meningkat pada September berdasarkan persetujuan authorization financial expenditure (AFE) dan work program and budget (WP&B).

Anggota TP3M Rudi Rubiandini mengatakan berdasarkan rekam jejak produksi minyak mentah di tahun-tahun sebelumnya, tingkat produksi yang ditargetkan sebesar 965.000 bph sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan tidak tercapai.

Dia mengungkapkan setiap persetujuan AFE dan WP&B biasanya baru memberikan efek setelah 5—6 bulan sehingga TP3M memperkirakan akan ada lonjakan produksi pada Juni dan September 2010.

“AFE dan WP&B kan sudah disetujui pada Desember tahun lalu sehingga Juni diperkirakan aka nada lonjakan produksi. Jadi, kalau Pertamina EP tidak naik bulan itu, akan dipertanyakan,” ujarnya hari ini.

Pada September akan ada lonjakan produksi kedua melalui wilayah-wilayah kerja Pertamina Hulu Energi, Kodeco, dan Petrochina akan berkontribusi besar.

Rudi menjelaskan jika mengacu pada AFE dan WP&B yang sudah disetujui, tingkat produksi bisa ditingkatkan hingga batas maksimal 994.000—1,063 bph jika tidak ada kendala non teknis.

Namun, secara rata-rata tahunan dia memproyeksikan tingkat produksi pada level 970.000 bph.

“The top one produksi bisa dicapai hingga 1,063 juta bph kalau tidak terjadi gangguan teknis dan non teknis sehingga target produksi optimistic tahun ini sekitar 994.000 bph atau setidaknya rata-rata 970.000 bph bisa dicapai. Kalau pun gagal, rata-rata produksi terendah mungkin sekitar 938.000 bph dan tidak sampai jatuh terlalu jauh ke 917.000 bph,” jelasnya.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo menegaskan tingkat produksi 965.000 bph masih bisa dicapai. Kalau pun gagal, tuturnya, kemungkinan realisasi produksi akan berada di level 960.000 bph.

“Jadi kalau dikatakan 917.000 bph itu mungkin BP Migas terlalu pesimistis. Kami akan mencoba untuk meng-encourage BP Migas lagi supaya produksi bisa mencapai target,” katanya.

Sebelumnya, Kepala BP Migas R. Priyono mengungkapkan berdasarkan perhitungan teknis badan pelaksana, tingkat produksi yang benar-benar optimistis bisa dicapai sekitar 917.000 bph. Namun, tingkat produksi 965.000 bph tetap diupayakan untuk dicapai, kendati diakui Priyono target tersebut cukup berat.

“Dalam work program and budget [WP&B] KKKS menyatakan hanya sanggup 877.000 bph dan kami dorong untuk bisa lebih tinggi hingga mencapai angka optimum 917.000 bph. Akan tetapi itu sekadar potret dan diharapkan target produksi masih bisa terkejar,” jelasnya.

Berdasarkan laporan BP Migas, rata-rata produksi minyak mentah hingga April mencapai 955.980 bph atau 99,18%. Adapun, rata-rata lifting minyak pada periode yang sama hanya sekitar 922.483 bph.

Priyono mengatakan badan pelaksana menyodorkan angka tersebut dalam upaya memberikan jaminan kepastian bagi penerimaan negara

“Dalam nota APBN-P 2010 kami mohon diperkenankan mengusulkan dalam bentuk range atau kisaran. Ini untuk menjaga kepastian penerimaan negara. Kalau boleh diusulkan target penerimaan negara [dari lifting minyak] berada dalam kisaran angka 917.000–965.000 bph.”

Vice President Indonesia Petroleum Association (IPA) Sammy Hamzah justru pesimistis kemampuan produksi KKKS akan bisa mencapai 970.000 bph. Menurut dia, angka tersebut juga diyakini belum dibicarakan dengan KKKS.

“Kami harapkan tidak dimunculkan angka yang justru akan membuat KKKS terkaget-kaget,” katanya.

Adapun, Presiden Direktur Pertamina EP Salis S. Aprilian mengatakan Pertamina EP kemungkinan hanya bisa menaikkan produksi hingga 2% dari target rata-rata produksi perusahaan yang dibebankan tahun ini mencapai sekitar 128.000 bph.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.