Friday, July 21, 2017

Tiga LSM tolak pemanfaatan batu bara

November 11, 2010 by  
Filed under Coal

Energi ;  Greenpeace, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), dan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) berharap pemerintah meminimalisasikan pemanfaatan batu bara sebagai sumber energi lantaran ‘si hitam’ mengandung banyak ancaman.

Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara Arif Fiyanto menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk menghentikan ketergantungannya terhadap pemanfaatan batu bara sebagai sumber energi.

“Batu bara murah. Namun, efek dari yang tinggalkan dari baru bara sangat mahal. Mulai dari kerusakan hutan ketika pembukaan pertambangan batubara, sampai kerusakan lingkungan, manusia, dan iklim,” ujar Arif, dalam acara diskusi Peluncuran Laporan Jejak Kerusakan Batu Bara¸siang tadi.

Berdasarkan penelitian dari tiga LSM (Greenpeace, Walhi, dan Jatam) disebutkan salah satu contoh kerugian dari pemanfaatan batu bara sebagai sumber energi dapat dilihat pada PLTU Cilacap dimana sekitar 80% warga di sekitarnya sakit pernapasan. Selain itu, polusinya juga merusak mata pencaharian warga setempat.

“Batu bara juga sebagai penyumbang emisi gas rumah kaca hingga 60% di dunia atau 29 kali lebih besar dari minyak bumi. Malahan 90 kali lebih besar dari gas,” kata Arif.

Lebih lanjut, Arif berharap pemerintah menghentikan perijinan pembangunan PLTU yang memanfaatkan batu bara sebagai bahan bakarnya.

Dia menyebutkan Indonesia berencana untuk meningkatkan pembangkitan listrik dari batu bara sebesar 34,4% pada 2025. “Kami berharap rencana ini tidak dijalankan karena dapat meningkatkan kerusakan iklim,” ujarnya

Greenpeace mendukung rencana pemerintah dalam rangka pencapaian visi energi 25/25. Adapun visi energi 25/25 bertujuan untuk 25% pangsa energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional pada 2025.

“Kami sangat mendukung visi energi 25/25. Sebab saat ini baru 4,4% energi ramah lingkungan yang sudah dimanfaatkan. Namun yang jadi pertanyaan saat ini, kenapa pemerintah masih memasukan nuklir dan bahan bakar fosil dalam rencana pengembangan energi tersebut,” jelas Arif.

Menurut dia, subsidi pemerintah untuk energi fosil yang  sebesar Rp145 triliun sebaiknya dialihkan untuk pengembangan energi terbarukan. Lanjut dia, permasalahan untuk pemanfaatan teknologinya sudah selesai. Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah komitmen dari pemerintah dalam pengembangan energi yang ramah lingkungan.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.