Friday, May 26, 2017

Thailand minati gas Natuna

August 3, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

Pemerintah Thailand berkeinginan menjadi salah satu pembeli gas dari Blok Natuna D Alpha yang direncanakan memproduksi gas sebanyak 1.000 juta kaki kubik per hari (MMscfd).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Herawati Legowo mengungkapkan keinginan pembelian gas Natuna dan ketertarikan kerja sama lainnya di bidang migas, dikemukakan dalam The 2nd Indonesia-Thailand Energy Forum (ITEF) yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 28-29 Juli 2010.

“Dia [Thailand] malah secara khusus minta dikirim mengenai daerah-daerah [migas] yang akan ditawarkan. Dia sangat tertarik mengenai gas dari Natuna,” katanya, kemarin.

Meski telah menyatakan tertarik menjadi pembeli gas Natuna D Alpha, lanjut Evita, Thailand belum menyampaikan kesanggupannya soal harga pembelian gas dari lapangan yang diperkirakan memiliki cadangan hingga 46 triliun kaki kubik tersebut.

“Dia [Thailand] memang tertarik untuk market, tetapi bagaimana caranya belum serinci itu. Belum ada bicara harga,” tutur Evita.

Untuk diketahui, pengembangan Blok Natuna D Alpha yang terletak sekitar 250 km dari Kepulauan Natuna itu masih menunggu ditandatanganinya kontrak kerja sama pengelolaan antara pemerintah dengan PT Pertamina (Persero) yang ditargetkan dapat dilakukan tahun ini.

Pemerintah secara resmi telah menunjuk Pertamina dalam pengembangan Blok Natuna D Alpha yang tertuang dalam Surat Menteri ESDM No 3588/11/MEM/2008 tertanggal 2 Juni 2008 tentang Status Gas Natuna D Alpha.

Syarat dan ketentuan umum (term and condition) pengembangan Blok Natuna D Alpha juga telah diserahkan ke Pertamina sehingga dapat digunakan oleh BUMN itu untuk memilih mitra kerjanya.

Berdasarkan term and condition tersebut, Pertamina dapat menyeleksi lebih lanjut delapam calon mitra kerjanya, yakni ExxonMobil, StatOil Hydro, Chevron, Total, Shell, ENI, CNPC, dan Petronas.

Pengembangan Blok Natuna tidak mudah karena 70% cadangan gasnya berisi CO2 sehingga memerlukan teknologi canggih untuk penghilangan, pembuangan, dan penyimpanan karbon dioksida. Investasi yang dibutuhkan juga tidak sedikit, diperkirakan sekitar US$52 miliar.

Sebelumnya, Dirut Pertamina Karen Agustiawan memperkirakan produksi gas Natuna bisa terealisasi setelah 10 tahun sejak penandatanganan kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) dilakukan.

Menurut dia, produksi gas Natuna akan dialirkan melalui pipa ke pasar domestik dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.(

Comments

One Response to “Thailand minati gas Natuna”
  1. Enro says:

    Yth DIrjen Migas, dan Semua pemegang kebijakan.

    Dalam negri nangis darah mencari sumber gas, mengapa selalu pikirannya para bpk/ibu pengambil kebijakan hanya untuk export. memang akan dapat devisa langsung kalau export, tapi hanya sebatas itu saja. apabila dalam negri diutamakan maka multiplier effect nya akan jauh melebihi itu, industri akan meningkat, export meningkat, pengangguran turun, penerimaan pajak turun, kriminalits turun dan lainnya. Tolong para pengambil kebijakan berfikirlah lebih luas dan jangka panjang. negara ini butuh kebijakan yg membuat rakyatnya bangga karena punya pemimpin yag berfikir jau kedepan.

    God Bless Indonesia.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.