Saturday, October 21, 2017

Tarif keekonomian energi akan tercapai mulai 2014

March 23, 2010 by  
Filed under Featured

Pemerintah menargetkan tarif keekonomian untuk listrik, gas, dan bahan bakar minyak (BBM) akan tercapai mulai 2014-2015 dengan mengubah pola subsidi harga yang diberikan selama ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh mengungkapkan berlakunya tarif keekonomian tersebut diperlukan agar produsen maupun konsumen memiliki acuan yang realistis, baik dalam merencanakan investasi (produsen) maupun penghematan menggunakan energi(konsumen).

“Pada waktunya, kita akan mengubah subsidi harga menjadi subsidi pada golongan yang tidak mampu. Sistem subsidi akan lebih mengarah kepada keadilan. Saya kira, baik listrik, migas, BBM, satu lagi saya lupa, diharapkan pada 2014-2015 bisa sampai pada pemahaman bersama tentang harga keekonomian. Itu rencananya,” tuturnya, hari ini.

Menurut Darwin, sistem pemberian subsidi energi tersebut akan diarahkan kepada golongan masyarakat yang berhak secara langsung menerimanya, bukan lagi kepada harga.

Dia menjelaskan harga keekonomian itu penting sebagai indikator agar masyarakat bisa lebih efisien mengkonsumsi energi.

“Pemerintah akan merumuskannya dengan hati-hati, bijaksana dan cermat. Kita tahu kalau harganya agak mahal, maka masyarakat akan berhemat. Untuk itulah kami akan selalu berkonsultasi dengan para wakil rakyat,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golongan Karya Satya W. Yudha mengungkapkan Komisi Energi tetap berharap agar pemerintah melakukan due diligent secara hati-hati berdasarkan segmentasi masyarakat untuk pemberlakuan kenaikan harga, baik BBM maupun listrik.

“Pemerintah harus menetapkan pola distribusi subsidi yang terukur di lapangan dan belajar dari kurang terarahnya pemberian BLT [bantuan langsung tunai] di masa lalu,” tutur Satya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.