Tuesday, January 17, 2017

Target Produksi Turun, Kepala BP Migas Didesak Mundur

April 26, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

Kepala Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R Priyono didesak untuk segera mundur dari jabatannya. Priyono dinilai tidak dapat memenuhi janjinya untuk meningkatkan produksi minyak ke level 1 juta barel per hari (bph).

Menurut Pengamat perminyakan, Kurtubi, turunnya target produksi dan lifting minyak dari 965.000 barel per hari ke 955.000 bph dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2010 yang diusulkan pemerintah dan BP Migas, menunjukkan BP Migas tidak mau kerja keras agar target produksi tetap dipatok di level semula.

“Ini mencerminkan kalau BP Migas tidak mau kerja keras. Maunya enak-enakan saja. Padahal dalam fit and profer test Kepala BP Migas pada 2008 lalu, Pak Priyono menjanjikan produksi minyak akan naik 1 juta barel per hari. Tapi sekarang setelah menjadi Kepala BP migas, jangankan 1 juta bph, target 965.000 bph saja diturunkan,” kata Kurtubi saat dihubungi detikFinance, Minggu (25/4/2010).

Kurtubi menilai, target produksi minyak sebesar 965.000 bph dalam APBN 2010 sesungguhnya sangat rendah dan mungkin tercapai. Pencapaian target produksi tersebut dapat didukung dari blok Cepu dan lapangan-lapangan minyak milik Pertamina yang saat ini produksinya terus mengalami peningkatan.

“Kalau ini dioptimalkan maka 965.000 bph itu mudah dicapai,”ungkapnya.

Selain mendesak agar Kepala BP migas mundur dari jabatannya, Kurtubi juga mendorong agar Tim Pengawas Peningkatan Produksi Migas (TP3M) segera dibubarkan. Pasalnya, tim yang berdiri sejak 22 Januari 2010 ini, terbukti tidak dapat membantu pemerintah untuk meningkatkan produksi migas di tanah air.

“Lebih baik TP3M itu dibubarkan saja. Sudah dibayar negara tapi mana hasilnya?” tandasnya.

Seperti diketahui, rapat pembahasan mengenai PNBP Sektor Migas dan Minerba, Asumsi Makro (lifting minyak bumi dan harga minyak mentah Indonesia (ICP)) untuk RAPBN-P Tahun Anggaran 2010, pada Kamis malam (22/4/2010) lalu memang berlangsung alot.

Pemerintah dan DPR masih tarik menarik soal target produksi dan lifting minyak ini, karena sebelumnya Kepala BP MigasĀ  R Priyono menyatakan pihaknya hanya optimis target produksi minyak hanya bisa mencapai 917.000 bph dan menetapkan 965.000 bph sebagai target pesimis BP Migas.

Pernyataan dari Kepala BP Migas tersebut, membuat Komisi VII DPR meminta kepada pemerintah untuk menetapkan target lifting yang lebih realistis.

Rapat yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB itu pun masih belum mendapatkan hasil karena Komisi VII DPR belum menyetujui usulan baru dari pemerintah dan BP Migas yang sepakat mematok target lifting di level 955.000 bph. Rencananya rapat akan dilanjutkan pada SeninĀ  (26/4/2010).

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.