Tuesday, May 30, 2017

Target Penerimaan Bea Cukai Naik, PPh Migas Turun Jadi Rp 1 Triliun

April 25, 2010 by  
Filed under BBM

<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3db6179&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=31&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a3db6179′ border=’0′ alt=” /></a>

Jakarta – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi XI akhirnya sepakat untuk meningkatkan penerimaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) sebesar Rp 1 triliun. Namun pemerintah menurunkan target penerimaan PPh Migas yang semula sebesar Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1 triliun.

Demikian diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI, Melchias Markus Mekeng usai pembahasan optimalisasi penerimaan pajak dengan pemerintah di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Kamis malam (22/04/2010).

“Sudah disepakati semua, yang berubah hanya penambahan penerimaan Ditjen Pajak sebesar Rp 7 triliun menjadi Rp 604,4 triliun kemudian penerimaan Bea Cukai yang semula hanya dinaikkan Rp 800 miliar akhirnya disepakati naik menjadi Rp 1 triliun. Jadi penerimaan Bea Cukai dalam RAPBN-P ditargetkan akan mencapai Rp 82,2 triliun di APBN-P 2010,” papar Melky, sapaan akrab Melchias.

Melky menambahkan, penerimaan PPh Migas memang ditargetkan hanya mencapai Rp 55,7 triliun atau dalam pembahasan penerimaannya hanya bisa naik sebesar Rp 1 triliun dari RAPBN-P semula sebesar Rp54,7 triliun.

“Kesanggupan pemerintah hanya sampai di situ, itupun jika asumsi lifting minyak sebesar 965.000 barel per hari,” tutur Melky.

Sementara itu, mengenai tax ratio, Melky mengatakan, akhirnya disepakati oleh pemerintah dan Komisi XI dimana tax ratio sebesar 11,9%. “Awalnya mereka sanggup di 11,7% namun Komisi XI sendiri inginnya di 12%. Setelah deadlock akhirnya tercapai sebuah angka yang menurut kami dan pemerintah sudah maksimal untuk tax ratio sebesar 11,9%,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN, Laurens Bahang Dama juga mengatakan pemerintah akhirnya sepakat untuk menaikkan ekstra effort atau optimalisasi penerimaan pajak dalam RAPBN-P 2010 dari semula yang hanya disanggupi pemerintah Rp 9 triliun menjadi Rp 11,91 triliun.

‘’Memang berlangsung alot pembahasannya, karena beberapa ada yang masih bertahan pada ekstra effort Rp 15 triliun seperti dari F-PDIP. Ada juga yang Rp 12 triliun dan juga Rp 13 triliun. Setelah didesak, akhirnya pemerintah mau menaikkan dari Rp 9 triliun menjadi Rp 11,91 triliun,’’ pungkas Laurens.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.