Tuesday, May 23, 2017

Tambang Batu Bara ITMG Berhenti Operasi

February 14, 2010 by  
Filed under Featured, Coal

Tambang Batu Bara ITMG

ITMG

Karena permasalahan izin, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terpaksa menutup salah satu tambang batu baranya di Kalimantan Selatan. Areal tambang yang sepenuhnya dimiliki PT Jorong Barutama Greston, anak usaha ITMG, telah ditutup sejak pekan lalu.

“Penutupan ini terutama karena peraturan yang over lapping, dari kementerian yang berbeda,” kata Manajer Komunikasi Perusahaan ITMG Melina Karamoy, Jumat (12/2/2010). Dua aturan yang bersilangan ini adalah aturan dari Kementerian Kehutanan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Ceritanya, ITMG telah mendapat izin penambangan di area tambang Jorong dari Kementerian ESDM. Namun sayang, izin dari Kementerian Kehutanan belum juga keluar. “Kami masih menunggu izin perluasan dan perpanjangan dari Departemen Kehutanan,” terang Melina.

ITMG dan Jorong Barutama pasrah menunggu keputusan akhir dari Pemerintah. Mereka berharap masalah ini bisa selesai sesegera mungkin.

Melina mengatakan, penutupan tambang Jorong Barutama hanya sedikit mempengaruhi total produksi ITMG. “Hasil tambang Jorong sekitar 1,97 juta ton atau 8,6 persen dari target total produksi 2010 sebesar 23 juta ton,” kata Melina.

Namun, berdasarkan materi paparan publik ITMG awal Januari 2010 lalu, hingga September 2009 Jorong memproduksi 2,4 juta ton batu bara. Hingga akhir 2009, Jorong diharapkan memproduksi hingga 3 juta ton batu bara. Jorong memiliki total konsesi lahan sekitar 11.000 hektar.

Selain Jorong, ITMG memiliki tambang Indominco Mandiri di Bontang, Kalimantan Timur. Tambang ini diperkirakan berproduksi sebesar 11,8 juta ton pada tahun 2009 ini. Selain itu, ada pula tambang Trubaindo Coal Mining di Kalimantan Timur dengan perkiraan produksi 5 juta ton sepanjang tahun lalu.

Selain kedua tambang itu, ITMG masih memiliki tambang Kitadin di Embalut yang baru beroperasi kembali pada pertengahan 2009 lalu. Sepanjang tahun 2009, tambang ini memberi kontribusi produksi sebesar 0,7 juta ton. Tambang Embalut di Kalimantan Timur ini diperkirakan memiliki rata-rata produksi hingga 2 juta ton per tahun.

Berdampak cukup besar

Kepala Riset Mega Capital Indonesia Danny Eugene mengatakan, kontribusi sebesar 8,6 persen cukup lumayan untuk ITMG. “Apalagi ketika harga batubara naik,” ujarnya. Jadi, meski kontribusi Jorong masih lebih kecil dibanding tambang-tambang ITMG lainnya, penutupan sementara tambang ini akan terasa dampaknya.

Danny memperkirakan pemerintah akan lebih berkomitmen untuk menyelesaikan masalah perizinan. “Memang penyelesaiannya bisa memakan waktu lebih dari satu atau dua bulan,” imbuhnya.

Meski ada kendala diareal tambangnya, Danny tetap merekomendasikan beli saham ITMG dengan target harga Rp 37.000 per saham. Pada Jumat harga saham ITMG menguat 3,7 persen menjadi Rp 30.850 per saham. (Wahyu Tri Rahmawati/Kontan)

kompas.com
Gb : Kompas.Kom/Ignatius Sawab

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.