Sunday, July 23, 2017

Tambahan kuota BBM subsidi dibahas setelah reses DPR

November 19, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Energi ;  Rencana penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun ini sebenarnya sudah lampu hijau dari pemerintah dan parlemen, namun untuk pelaksanaannya tetap masih menunggu persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang sedang reses.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Herawati Legowo mengungkapkan pada dasarnya pemerintah bersama DPR telah menyepakati adanya penambahan kuota BBM bersubsidi tahun ini. Tambahan itu dapat dilakukan dengan catatan tidak melebihi anggaran subsidi BBM di APBN-P 2010.

“Cuma, sekarang ini kan sedang reses, kami masih menunggu selesai reses untuk membicarakan soal penambahan volume itu,” tutur dia, hari ini.

Menurut dia, kementeriannya bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tengah menghitung besaran penambahan kuota BBM bersubsidi 2010, yang disesuaikan dengan prognosa kebutuhan bahan bakar tersebut hingga akhir tahun.

Selain itu, volume tambahan BBM bersubsidi tersebut juga akan memperhitungkan rerata kenaikan harga minyak Indonesia (ICP) akhir-akhir yang disesuaikan dengan asumsi APBN-P 2010, serta penguatan nilai tukar rupiah.

“Ada beberapa angka [volume penambahan] memang, tetapi yang penting harus realistis sehingga secara anggaran tidak melebihi nilai subsidi yang telah ditetapkan dalam APBN-P 2010.”

Terkait dengan kekhawatiran tidak disetujuinya penambahan kuota BBM bersubsidi 2010 akibat kenaikan ICP, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Mochamad Harun berpendapat pemerintah sebaiknya juga menyiapkan opsi lain. Dengan begitu,kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi tetap bisa terpenuhi.

“Kalaupun dipertimbangkan tidak ada penambahan kuota, tentunya ada opsi lagi. Kan kita tidak bisa mengorbankan masyarakat dan Pertamina tidak mungkin setop pasokan begitu saja,” ujarnya.

Dari segi anggaran subsidi sesuai APBN-P 2010, penambahan kuota BBM bersubsidi itu dimungkinkan untuk dilakukan. Pasalnya, kata Harun, realisasi penggunaan anggaran subsidi BBM selama 10 bulan pertama tahun ini masih di bawah pagu anggaran yang ditetapkan.

“Kemarin itu dibilang kalau duit [anggaran subsidi] masih ada, karena realisasi yang 10 bulan ini kan di bawah rencana. Rupiahnya juga menguat sehingga nantinya akan dikompensasi dalam bentuk tambahan volume. Janjinya seperti itu.”

Menurut Harun, perseroan itu tetap melakukan pendekatan kepada pemerintah untuk tambahan kuota BBM bersubsidi 2010, sehingga kebutuhan masyarakat tetap bisa terpenuhi.

Dirjen Migas Evita Herawati Legowo mengungkapkan kementeriannya masih menunggu keputusan pemerintah terkait dengan mekanisme pelaksanaan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi.

“Kalaupun ada pembatasan, itu harus ada dari pemerintah, sikapnya seperti apa. Kami memang dapat restu dari kabinet, tetapi setelah itu kita kan harus diskusi dengan DPR,” katanya.

Menurut dia, hasil pembahasan pemerintah dengan DPR itu nantinya akan dituangkan dalam revisi Perpres No.55/2005 dan Perpres No.9/2006 yang mengatur mengenai sektor penerima BBM bersubsidi.

“Kalau pembatasan secepat mungkin, ya nggak mungkin. Tergantung sekarang opsi pengendalian itu seperti apa. Jadi perpres itu justru mewadahi apa hasil diskusi kita dengan DPR, baru bisa dilaksanakan.”

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.