Tuesday, March 28, 2017

Tak Boleh Pakai Premium, Bikers Kena ‘Beban’ Tambahan Rp 100.000

May 27, 2010 by  
Filed under BBM

Jakarta – Para pengguna motor setidaknya harus merogoh kocek tambahan hingga Rp 100.000 per bulan jika kendaraan roda dua itu dilarang untuk menggunakan BBM bersubsidi (premium).

Menurut Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata, saat ini para pemilik motor rata-rata menghabiskan dana sebesar Rp 25.000-Rp 30.000 setiap minggunya atau sekitar 100.000-Rp 120.000 per bulan untuk membeli Premium.

Jika kebijakan pelarangan itu diterapkanĀ  maka hal itu akan memberatkan karena mereka harus beralih ke Pertamax yang harganya jauh lebih mahal.

“Harga Premium sama Pertamax kan bedanya hampir 50%. Itu akan membebani konsumen. Paling tidak mereka harus tambah Rp 60.000 hingga Rp 100.000 per bulan karena harus pakai Pertamax,” kata Gunadi saat dihubungi detikFinance, Rabu (26/5/2010).

Presiden Direktur Indomobil ini juga menilai kebijakan ini berpotensi untuk menurunkan penjualan sepeda motor di tanah air.

Gunadi mencontohkan, saat pemerintah menyesuaikan harga BBM bersubsidi pada tahun 2005 lalu, telah menyebabkan penjualan motor turun hingga 52%.

“Kami tidak bisa memperkirakan bagaimana dampaknya kalau ini ditetapkan. Tapi mudah-mudahan hal ini tidak berpengaruh pada penjualan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah agar melihat kebijakan ini secara totalitas termasuk dampaknya terhadap daya beli masyarakat dan juga sektor riil.

“Lagipula yang punya motor itu kan belum tentu orang kaya,” ungkapnya.

Berdasarkan data AISI, jumlah pengguna kendaraan roda dua di tanah air sebanyak 33 juta. Pada tahun ini, AISIĀ  menargetkan penjualan sebesar 6,5-6,6 juta unit. Dimana hingga bulan April, total penjualan sepeda motor mencapai 2,3 juta unit.

AISI mencatat pada tahun 2009, total penjualan sepeda motor di tanah air mencapai 5,8 juta unit.

“Jadi permintaannya memang terus meningkat karena motor merupakan kendaraan alternatif mengingat transportasi umum kita juga belum memadai,” tegasnya.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo sebelumnya mengatakan, para pengguna motor kemungkinan tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi dalam rangka pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. Hal ini merupakan hasil kesepakatan dari pembicaraannya dengan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.