Thursday, July 27, 2017

Menko Kesra Minta Tabung Gas Bermasalah Ditarik

May 7, 2010 by  
Filed under BBG

Jakarta – Menko Kesra Agung Laksono prihatin atas sejumlah peristiwa meledaknya tabung gas. Pertamina selaku penanggung jawab program konversi minyak tanah ke tabung gas pun diminta lebih memperhatikan kualitas tabung gas.

Untuk kualitas tabung gas ukuran 3 kg, Agung mengingatkan agar standar mutu produksinya harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Karena tabung gas ini banyak digunakan untuk warga menengah ke bawah, termasuk para pedagang makanan dan minuman.

“Jika terbukti ditemukan adanya tabung gas yang cacat produksi, maka pihak produsen dan pengedarnya diminta untuk menarik dari peredaran dan bila perlu memusnahkannya,” ujar Agung dalam keterangan pers pada detikcom, Kamis (6/5/2010).

Sosialisasi untuk mengatasi kebocoran dan ledakan tabung gas, menurut Agung, sudah seharusnya makin ditingkatkan selain faktor keamanan tabung, selang dan juga regulator yang menghubungkan antara tabung dengan kompor gas.

“Salah satu penyebab kebocoran yang sering terjadi, adanya pemakaian peralatan yang tidak memenuhi SNI,” jelas dia.

Tabung gas akan meledak atau terbakar bila melibatkan tiga unsur sekaligus yaitu adanya udara (oksigen), suhu, dan gas yang keluar itu sendiri. Ledakan akan terjadi jika campuran gas di udara mencapai sekitar empat persen pada suhu tertentu. Akan tetapi, kompor gas akan menyala normal bila kadar gasnya di bawah itu. Semakin besar gas yang keluar, akan semakin menyengat bau gas yang tercium.

Sejumlah tips cara penggunaan kompor gas yang aman menyebutkan, langkah awal periksalah bagian-bagian dari kompor dan tabung gas, karena kebocoran dapat disebabkan karena kompor tidak tertutup rapat, selang bocor, sambungan selang atau kompor tidak rapat, atau regulator tidak bekerja dengan baik.

Jangan panik jika tercium bau gas yang menyengat, tindakan yang harus dilakukan segeralah buka pintu dan jendela. Lalu, cabut regulator yang terpasang dan matikan keran kompor. Hindari menyalakan lilin, korek api, rokok, ataupun saklar listrik karena dapat menimbulkan api.

Jika kebocoran sudah terjadi, segeralah cari sumber kebocoran. Caranya sama dengan cara tukang tambal ban mencari sumber kebocoran pada ban. Oleskan air sabun pada bagian yang diduga mengalami kebocoran. Air sabun tersebut akan menggelembung pada bagian yang bocor.

Jika api sudah terlanjur menyala, usahakan agar tidak menyemprotnya dengan air atau pemadam kebakaran lainnya. Cara ini memang bisa mematikan api, tetapi gas yang masih mengalir akan berpotensi menimbulkan ledakan. Jadi, cara yang terbaik adalah menghentikan aliran gas dengan menutup keran kompor. Agar tabung tidak ikut meledak, basahi tabung dengan air dingin atau karung basah.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.