Wednesday, July 26, 2017

Sulitnya Mendulang Emas Hitam

May 13, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Meski sangat prospektif, industri migas bukan berjalan tanpa hambatan.

ANGGARAN Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010 telah mengamanatkan industri migas untuk menghasilkan minyak mentah rata-rata 965 ribu barel per hari (bph).

Angka itu memang tidak berubah dari patokan tahun lalu. Namun, mengingat pada 2009, kontraktor kontrak kerja sama migas (KKKS) ternyata tidak mampu memenuhi target, dengan pencapaian lifting (produksi) hanya sebesar rata-rata 949,130 ribu bph, pada tahun ini KKKS harus kerja ekstra keras untuk memenuhi target.

Tidak terkecuali, perusahaan patungan yang dibentuk Pertamina dan Petrochina International Java Ltd, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), yang mengoperasikan Blok Tuban, Jawa Timur (Jatim).

Sebagai salah satu blok dengan cadangan minyak terbesar di Indonesia, JOB PPEJ menargetkan produksi 52 ribu bph pada akhir tahun ini. Pada 2011, JOB PPEJ menargetkan produksi 60 ribu bph, atau naik 12 ribu bph dari tingkat produksi sekarang, yang ratarata 48 ribu bph.

‘’Dengan selesainya revisi amdal dan POD (plan of development) fase 4 Blok Sukowati, pertengahan tahun ini produksi bisa naik sampai 4 ribu bph,’’ tutur General Manager JOB PPEJ Suryadi Oemar, di Bojonegoro, pekan lalu.

Optimisme itu dilandasi adanya tambahan produksi minyak dari sumur Sukowati 14. Sumur yang dibor sejak 3 November 2009 itu kini telah berproduksi sekitar 2.500 bph.

utama terkait dengan pemberlakuan Undang-Undang (UU) No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).
Dalam UU itu, diatur mengenai baku mutu gas dan air buangan hasil proses pencairan minyak bumi.

UU itu mengamanatkan ambang batas gas buang hasil proses pencairan minyak bumi sebanyak 14 juta metrik standar kaki kubik per hari (million metric standard cubic feet per day/mmscfd).

Padahal, saat ini total gas buangan dari JOB PPEJ mencapai 20 mmscfd.
Karena itu, JOB PPEJ sudah berencana menurunkan produksi hingga 32 ribu bph. Tujuannya agar total gas buangan bisa turun sampai ke bawah batas ambang yang diperbolehkan UU.

`’Kenaikan produksi minyak akan meningkatkan gas keluar. Meskipun dibakar di flare stack, tetap saja masih di atas batas ambang gas flare yang diperbolehkan,” imbuhnya. Namun, rencana penurunan produksi belum mengantungi izin, mengingat JOB PPEJ merupakan tulang punggung produksi minyak Pertamina.

Kendala lain adalah meyakinkan masyarakat sekitar bahwa operasi migas adalah untuk kemakmuran rakyat dan negara. Diungkapkan Field Manager Sukarnoto Sukimin, masyarakat masih banyak yang menganggap kontraktor dapat untung besar dari usaha migas.

Padahal, kontraktor hanya mendapat 15% dari bagi hasil migas. Sisanya 85% masuk ke negara. `’Itu pun kalau benar bisa dapat minyaknya. Usaha migas itu untung-untungan, risikonya tinggi,” tuturnya.

Untuk itu, negosiasi dengan kepala daerah dan tokoh-tokoh masyarakat harus dilakukan. `’Jadi mendapatkan minyak sebarel demi sebarel itu sulit sekali,” tuturnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.