Thursday, March 30, 2017

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Pondok Ranti segera beoperasi

April 20, 2010 by  
Filed under BBG

PT Aksara Andalan Prima (APP) optimistis akhir bulan ini dapat mengoperasikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Pinang Ranti dan Kampung Rambutan di Jakarta Timur guna memasok kebutuhan armada bus Transjakarta.

Dirut APP Buyung Atang mengatakan optimistis dapat melayani kebutuhan bahan bakar gas bagi armada busway dan angkutan kota jenis lain setelah mendapat kepastian pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara.

“Kami sudah melakukan kesepakatan jual beli gas dengan PT Perusahaan Gas Negara. Jadi kami optimistis SPBG secepatnya dapat dioperasikan akhir bulan ini karena infrastrukturnya sudah siap,” katanya di Jakarta hari ini.

Dua unit SPBG yang dibangun APP dan PT T. Energi sejak dua tahun lalu dengan investasi masing-masing mencapai sedikitnya Rp12 miliar itu berlokasi dekat dengan pool aramada bus Transjakarta.

Menurut Buyung, keberadaan dua unit SPBG Pinang Ranti dan Kampung Rambutan diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional angkutan umum dalam kota bebas hambatan itu karena menambah banyak alternatif tempat mengisi bahan bakar.

Walaupun bagi bagi operator SPBG, lanjutnya, harga bahan bakar gas yang dijual untuk armada busway belum menguntungkan secara bisnis karena adanya perbedaan patokan harga yang ditetapkan PGN dengan harga jual operator.

Operator SPBG menjual bahan bakar gas untuk armada bus Transjakarta dengan harga kurs rupiah sebesar Rp2.562 per liter setara premium, sedangkan pembeliannya dari PGN dengan kurs dolar AS sebesar US$4,3 per juta British Thermal Unit ditambah toll fee Rp750 per m3.

“Perbedaan patokan harga itu memang merepotkan kami karena belum menguntungkan secara bisnis, sehingga kami berharap Pemprov DKI dan BLU Transjakarta Busway dapat segera mempertimbangkan masalah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Strategic Business Unit PGN Jobi Triananda mengatakan harga bahan bakar gas sebesar US$4,3 per juta British Thermal Unit ditambah toll fee Rp750 per m3 merupakan standar yang diterapkan untuk seluruh pelanggannya.

“Kami siap memasok berapa pun kebutuhan SPBG. Namun, kami tidak mungkin membedakan harganya dengan yang kami berlakukan untuk industri dan pelanggan komersial lain,” ujarnya.

Dia mengatakan pola pembayaran bagi operator SPBG adalah dijual dulu kepada armada bus Tranjakarta atau jenis angkutan kota lainya baru kemudian membayar kepada perusahaan Badang Usaha Milik Negara setiap bulan.

Untuk itu, lanjutnya, pengoperasian dua SPBG di Pinang Ranti dan Kampung Rambutan sudah dapat dioperasikan mengingat infratruktur, peralatan, kesepakatan jual beli gas dan pola pembayarannya sudah siap.

Sementara itu, Direktur PT Jakarta Trans Metropolitan IGN Oka mengatakan operator busway tentu akan memilih SPBG yang memberikan harga sesuai dengan plafon harga bahan bakar gas yang diterima dari Pemprov DKI sebesar Rp2.562 per liter skala premium.

“Untuk itu kami berharap Pemprov DKI dan BLU Transjakarta Busway dapat mempertimbangkan tarif yang berlaku di SPBG dengan alokasi yang ditetapkannya untuk bahan bakar tersebut,” ujarnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.