Saturday, July 22, 2017

Singapura minta pasokan gas LNG dari Bontang

July 12, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

Singapura dikabarkan telah meminta pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari Bontang menyusul akan dibangunnya fasilitas terminal penerima LNG di negara kota tersebut.

Deputi Pengendalian Operasi Budi Indianto mengatakan Bontang akan kelebihan pasokan sekitar 68 kargo mulai tahun depan, menyusul adanya perubahan kontrak LNG untuk Jepang. Dari sejumlah itu, tuturnya, sekitar 20-an kargo akan dilepas ke pasar spot atau pasar jangka pendek.

“Kami akan menawarkan ke pasar spot sekitar 20-an kargo. Tetapi, bisa lebih dan ini harus bicara dulu dengan [konsumen] domestik,” katanya hari ini.

BP Migas, tuturnya, akan meminta kepastian mengenai kesiapan fasilitas terminal penerima LNG terapung yang akan dibangun oleh Nusantara Regas, konsorsium Pertamina-PGN, pekan ini. Menurut dia, terminal penerima LNG terapung biasanya diselesaikan dalam 18 bulan.

“Makanya kami meminta kepastian. Ada juga permintaan untuk elpiji itu juga harus menunggu kepastian dari Pertamina. Pokoknya 2011-2012 harus kita jual,” ungkapnya.

Saat ini, tuturnya, BP Migas melakukan road show ke beberapa negara di Asia untuk memasarkan LNG untuk mengantisipasi kelebihan kapasitas tersebut. China, Taiwan, dan Korea Selatan, kata Budi, telah menyatakan minatnya untuk menerima LNG dari Bontang secara spot. “Beberapa negara Asia Tenggara, seperti Thailand juga masih dalam pembahasan,” tuturnya.

Selain itu, Budi Indianto mengatakan Singapura telah menyatakan minatnya untuk membeli LNG dari Bontang baik dalam kontrak jangka panjang maupun jangka pendek. Namun, tuturnya, Singapura yang akan menuntaskan fasilitas penerima LNG pada 2012 itu belum mengajukan volume LNG yang diinginkan.

“Singapura itu kontraknya bisa spot bisa juga long term. Mereka yang minta. Tetapi belum berikan angkanya,” katanya.

Berdasarkan potensi kontrak yang sudah ada, LNG Bontang bisa mengirimkan sebanyak 10,71 juta ton per tahun tahun depan, dari 18 juta ton kapasitas maksimalnya. Jumlah itu termasuk komitmen dari kontrak-kontrak lama ke konsumen tradisional di luar Jepang.

Rincian rencana pasokan dari Bontang tersebut terdiri  3 juta ton per tahun untuk Western Buyer, 1,5 juta ton untuk pasokan ke PGN dan Pertamina, 0,6 juta ton per tahun untuk Pupuk Kaltim-5 dan sisanya sebanyak 1,5 juta ton merupakan gas margin yang masih dicarikan pasar potensialnya.

Selain itu, kontrak dengan Korea-2 [Kogas] sampai 2014 sebanyak 1 juta ton per tahun, Badak-6 [CPC Taiwan] hingga 2017 dengan volume 1,84 juta ton per tahun, Badak-5 [Kogas] sampai 2017 sebanyak 1 juta ton per tahun, dan konsumen gas kota Jepang [MCGC] sampai 2015 sebanyak 0,17 juta ton per tahun.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.