Friday, May 26, 2017

Shell tawarkan teknologi maksimalkan potensi gas

June 25, 2010 by  
Filed under BBG

Shell Global Solutions menawarkan teknologi terintegrasi untuk proses gas yang lebih efisien dan ramah lingkungan serta mendukung operasional hulu, guna memaksimalkan potensi gas yang ada.

Vice President Asia Tenggara dan Korea untuk minyak dan bahan kimia Shell Global Solutions Johan Hazejager mengungkapkan teknologi yang diusung oleh perusahaan asal Belanda itu diyakini sesuai dengan rencana pengembangan lapangan gas yang ada, termasuk untuk proyek pengembangan gas PT Pertamina EP, Donggi-Senoro.

“Teknologi pengolahan dan penanganan gas yang terintegrasi ini membantu persyaratan lingkungan sekaligus memaksimalkan profitabilitas. Meskipun bukan investor, kami juga mempersilakan Pertamina untuk meng-approve teknologi ini,” katanya dalam temu media, hari ini.

Pihaknya mengklaim, teknologi itu ramah lingkungan karena hanya menggunakan bakteri dari alam. Selain itu, katanya, teknologi Shell GS juga bisa menghemat energi dan dapat mengurangi pengeluaran modal dan biaya operasional, sederhana, dan dapat diandalkan, serta mengurangi jumlah kehadiran operator.

“Kami memegang lisensi sekaligus sebagai operator,” tutur Hazejager.

Senada dengan itu, Manajer Lisensi dan Komersialisasi Area Bisnis Hulu Shell Global Solutions Derek Ritchie mengungkapkan teknologi penanganann gas oleh Shell GS itu telah diadopsi oleh Pertamina EP pada proyek pengembangan gas Matindok untuk mendukung upaya perusahaan meningkatkan produksi gas alam cair (LNG).

“Indonesia memiliki cadangan gas terbukti 97,8 triliun kaki kubik pada Januari 2007 dan 2025 nanti, Indonesia harus memproduksi 1 juta barrel per hari untuk memenuhi kebutuhan energinya,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjutnya, cadangan karbon di masa depan memerlukan upaya yang lebih kompleks dalam recovery dan memerlukan cara yang lebih cerdas untuk menghilangkan zat pencemar dari produk, mengurangi emisi, memaksimalkan produktivitas dan meminimalkan total biaya proyek.

Dia menambahkan operator hulu di sektor migas juga menghadapi tantangan yang lebih sulit dalam menghilangkan zat pencemar, pengurangan emisi, dan memenuhi spesifikasi yang berdampak pada membengkaknya biaya fasilitas sehingga membutuhkan teknologi yang tepat.

“Dengan pengalaman operasional kami dan berbagai upaya riset dan pengembangan, teknologi ini [Shell GS] merupakan kunci untuk memaksimalkan profitabilitas.”

Menurut dia, permintaan energi dunia akan terus naik sebesar 49% dalam periode 2007-2035, sejalan dengan peningkatan konsumsi gas alam di seluruh dunia yang akan naik 44% dari 108 triliun kaki kubik (tcf) pada 2007 menjadi 156 tcf pada 2035.

Teknologi terintegrasi Thiopaq oleh Shell GS tersebut, jelasnya, terdiri dari Low-Temperatur Scot, Low Sulphur Scot, dan Cansolv yang diyakini mampu menguraikan persoalan teknis pengembangan gas, serta memungkinkan penanganan kontaminasi gas untuk memenuhi pengendalian emisi.

“Semua teknologi yang dikembangkan Shell akan selalu memperhatikan aspek efisiensi dan faktor lingkungan. Dengan memanfaatkan tiga teknologi tersebut secara terintegrasi, mampu menekan biaya antara 20%-30%,” katanya

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.