Monday, May 22, 2017

Sertifikasi GMP di sektor pertambangan perlu dibentuk

May 18, 2010 by  
Filed under BBM

Lembaga sertifikasi independen yang khusus mengeluarkan sertifikasi berbasiskan kaidah-kaidah pertambangan yang baik (good mining practice) dinilai perlu dibentuk untuk mengakomodasi perkembangan industri di sektor itu selain juga memperhatikan aspek lingkungan.

Wakil ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Energi dan Sumberdaya Mineral Herman Afif Kusumo mengemukakan akselerasi industri pertambangan saat ini juga harus memperhatikan aspek lingkungan yang kini menjadi tuntutan global.

“Seiring dengan tuntutan pengurangan emisi global, isu lingkungan mau tidak mau harus menjadi salah satu aspek yang juga harus diperhatikan oleh industri pertambangan. Salah satu caranya adalah perlunya sertifikasi GMP berbasiskan lingkungan,” ujarnya hari ini.

Dia mengemukakan itu berkaitan dengan rencana kegiatan Indonesia Mining Update pada 23-25 Mei 2010 dengan mengusung tema Enhancing Indonesia Green Mining Commitment.

Herman mengakui kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh eksplorasi di sektor pertambangan sudah mendekati ambang ‘lampu merah’.

“Kondisi diambang ‘lampu merah itu semua disebabkan pengawasan yang lemah dari instansi yang berwenang terhadap kegiatan penambangan,” tandasnya.

Penyebabnya, tambahnya, adanya kegiatan penambangan yang tidak terkendali, terutama setelah harga sejumlah komoditas tambang-bauksit, nikel, emas, timah, batu bara-terus menunjukkan tren naik.

“Sejak harga komoditas naik, kegiatan tambang illegal semakin marak yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Itu tidak hanya terjadi di Bangka Belitung, tetapi semua wilayah pertambangan.”

Di sisi lain, lanjutnya, UU No. 4/2009 secara jelas telah menyatakan kegiatan pengusahaan pertambangan wajib memperhatikan praktik-praktik pengelolaan lingkungan yang baik.

Bahkan, dia menambahkan, UU itu juga secara tegas menyatakan sanksi yang berat yang dikenakan bagi perusahaan tambang yang tidak memperhatikan aspek lingkungan. Isu lingkungan kini telah menjadi isu global.

Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka konferensi internasional mengenai perubahan iklim di Bali pada 2007 telah mencanangkan perlunya komitmen bersama mengurangi dampak pemanasan dan perubahan iklim global melalui melalui aktivitas yang ramah terhadap lingkungan.

Komitmen itu ditegaskan kembali oleh Yudhoyono pada saat rakor bersama antara pemerintah pusat, pemda, dan dunia usaha di Tampaksiring beberapa waktu laluDari 10 direktif presiden, salah satunya adalah perlunya peningkatan pembangunan ekonomi nasional yang ramah lingkungan (green economy).

Menurut Herman, komitmen perusahaan tambang untuk melakukan reklamasi dan memperbaiki lahan yang terganggu oleh kegiatan pertambangan perlu ditingkatkan.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.