Saturday, May 27, 2017

Sepakat Kompensasi, Blok Cepu Berharap Operasi Normal

February 13, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

BOJONEGORO. Warga sekitar lapangan minyak Banyuurip dan Mobil Cepu Limited sudah sepakat mengenai kompensasi tunai pada Kamis (11/2/2010) kemarin. Warga berharap uang kompensasi atau istilah MCL uang hadir sosialisasi tanggap bencana pengganti tidak bekerja, bisa dicairkan tidak lebih dari setahun.

Perwakilan warga yang juga Koordinator Masyarakat Banyuurip Peduli Amdal, Supolo, Jumat (12/2) menjelaskan uang sekali hadir dalam sosialisasi Rp 50.000 untuk dewasa dan Rp 20.000 untuk anak-anak. Warga di ring I atau tinggal dengan radius 500 meter dari fasilitas produksi awal Gas Oil Separtion Plant menerima lima kali, sedangkan warga di ring II yang tinggal lebih dari 500 meter dari GOSP menerima dua kali kompensasi.

Orang dewasa di ring I nantinya total menerima uang kompensasi tunai Rp 250.000 sedangkan anak-anak Rp 100.000. Orang dewasa di ring II total menerima Rp 100.000 sedangkan anak-anak dibulatkan Rp 50.000. Kompensasi akan diberikan dalam kegiatan sosialisasi tanggap bencana.

“Warga baru menerima uang kompensasi bila datang ikut sosialisasi, yang tidak ikut ya tidak dapat. Makanya kami berharap pencairan kompensasi dalam sosialisasi ini dicairkan tidak lebih dari setahun,” kata Supolo.

Kesepakatan soal kompensasi itu sendiri tercapai dalam pertemuan perwakilan warga dengan perwakilan MCL di Desa Banjarjo Kecamatan Padangan, Kamis lalu. Perwakilan warga dipimpin Supolo sedagkan dari MCL dipimpin Goverment Relation Field Coordinator Rexi Mawardijaya.

External Relation Manager MCL, Deddy Afidick berharap setelah terjadi kesepakatan itu, maka semua kegiatan bisa normal kembali. Selama ini Blok Cepu sudah bisa memenuhi target produksi 20.000 barel per hari. “Namun yang dikeluarkan tergantung fasilitas penampung milik PT Tri Wahana Universal maupun milik Pertamina di Tuban. Kalau rata-rata per hari minyak yang keluar 18.000 barel per hari,” tuturnya.

Deddy bersama Development Manager MCL Arti K Soedarsono dan Vice President Representative BP Migas Sinang Bulawan secara khusus menemui bertemu dengan Bupati Bojonegoro Suyoto dan sejumlah pejabat Pemkab Bojonegoro. Menurut Sinang, tipikal proyek Exxon Mobil memang sangat sulit, standardisasi teknis dan administrasi tidak bisa diterapkan kaku sama dengan standar di Afrika dan negara benua lain. Bila ada koreksi dan perubahan, memerlukan proses cukup panjang sebab harus dibawa ke Amerika.

Bupati Bojonegoro Suyoto menilai setiap persoalan pasti ada titik temunya. “Bila diselesaikan secara baik-baik dan masing-masing pihak tidak bersikukuh pada pendirian masing-masing pasti ada solusi,” katanya.

Menurut Suyoto persoalan MCL dengan warga sekitar di Desa Katur Kecamatan Kalitidu serta Desa Gayam, Brabohan dan Begadon Kecamatan Ngasem merupakan akumulasi dari masalah, soal pengaspalan jalan sampai bau busuk. Sampai akhirnya warga menuntut kompensasi, mulai dengan mengadu ke DPRD, berunjuk rasa hingga memblokade akses jalan ke sumur minyak dan GOSP. Dia berharap setelah penutupan akses jalan selama tiga hari sejak Selasa hingga Kamis situasi Blok Cepu bisa normal kembali.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.