Saturday, October 21, 2017

Senyum Petronas

January 4, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Angka kenaikan jumlah mobil per tahun di Kuala Lumpur sekitar 50.000 yang mana jauh lebih kecil dibanding Jakarta yang mencapai tak kurang dari 200.000 per tahun. Hal ini tentu saja membuktikan bisnis bahan bakar di Indonesia lebih menjanjikan dibanding di Malaysia. Bertambahnya jumlah mobil secara otomatis membutuhkan peningkatan penyokongnya, yakni stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Besarnya pasar bahan bakar di Indonesia membuat perusahaan minyak Malaysia Petronas tersenyum dan membuka SPBU Petronas yang mulai beroperasi sejak awal 2009 lalu. Untuk daerah Jakarta dan sekitarnya, Petronas akan memiliki 22 SPBU dan beberapa diantaranya sudah beroperasi. Sementara untuk seluruh Indonesia, hingga akhir tahun 2010 ini Petronas berencana akan mendirikan 200 unit SPBU.Selain harus berkompetisi dengan Pertamina, Petronas juga akan bertempur melawan rival lamanya, Shell. Dibandingkan dengan Petronas, Shell lebih dulu membuka SPBU-nya di Indonesia.

Pada awalnya, Shell sempat menguasai hampir seluruh SPBU di Malaysia. Namun, secara perlahan, Petronas berusaha mengungguli. Perusahaan yang membangun SPBU pertama kali pada 1982 itu kini memiliki 781 unit, sedangkan Shell 817 unit. Sekitar 29,1% bahan bakar yang terjual di Malaysia melalui SPBU Petronas. Sedangkan Shell menguasai 32,8%. Selebihnya terdapat beberapa pemain lain, seperti BP dan Esso.

Bagaimana Petronas mengembangkan bisnis retailnya? Sebagai contoh salah satu SPBU milik Petronas Malaysia di kawasan Ampang, Kuala Lumpur. Satu kompleks dengan SPBU, terdapat kedai makanan McDonald’s, Dunkin Donuts, dan Restoran Kandar. Terdapat pula supermarket mini yang disebut Kedai Mesra. Produk yang boleh masuk ke Kedai Mesra hanya yang terdaftar di Petronas, dan sudah melalui proses tender.

Supaya tetap menarik konsumen, ada undian berhadiah bagi pembeli bahan bakar di SPBU Petronas. Tahun 2009 lalu, hadiah utamanya adalah BMW seri 5. Hadiah hiburan lain pun ada, seperti sepeda motor dan barang elektronik. Para pembeli bahan bakar juga akan dikasih poin yang bisa dipakai untuk membeli barang dengan diskon tertentu di Kedai Mesra.

Untuk mendirikan SPBU, Petronas menggandeng pengusaha lain melalui dua cara. Yang pertama, Petronas menyediakan bangunan dan tanahnya, sedangkan pihak lain yang mengoperasikan. Di sini, mitra Petronas menerima bagian M$ 8,8 sen per liter (M$ 1 sekitar Rp 3.500). Harga per liter bahan bakar sekelas Pertamax saat ini M$ 1,92.

Cara lainnya, Petronas hanya menyalurkan bahan bakar, sedangkan tanah, bangunan, dan operasional SPBU dilakukan pihak lain. Dalam skema ini, mitra Petronas menerima M$ 12 sen per liter.

Tentu saja tidak semua SPBU milik Petronas berskala besar seperti di Ampang, yang per harinya menjual 25.000 liter. Petronas juga membangun SPBU di kawasan terpencil yang hanya terdiri dari dua dispenser, tanpa Kedai Mesra. Omsetnya sekitar 6.000 liter per hari. Sementara model SPBU tingkat menengah beromset sekitar 15.000 liter per hari, dengan Kedai Mesra berskala kecil. ”Untuk membangun SPBU, setidaknya butuh M$ 4 juta-M$ 6 juta, tanpa biaya tanah,” ujar Amin B. Abdullah.

Harga tanah merupakan aspek penting dalam bisnis SPBU. ”Harga di Jakarta yang strategis bisa empat kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan Malaysia,” kata Amin Abdullah. Itulah sebabnya, tidak mudah menentukan tempat SPBU yang pas di Indonesia.

Bagaimana dengan Pertamina? siapkah menghadapi gempuran pengusaha asing itu?

Pertamina tidak takut dengan kedatangan pemain asing. Konsep pembangunan SPBU oleh Pertamina nampak jelas sudah diperbaiki. SPBU milik Pertamina mulai dilengkapi dengan kedai makanan dan supermarket sesuai tren. Pertamina punya keunggulan yang tidak kalah dari asing. ”Pertamax kami dihasilkan dari pengilangan minyak Balongan yang dinilai terbaik di Asia. Pertamax Pertamina menghasilkan oktan 92 dan 95 langsung dari kilang. Sementara hasil dari kilang lain harus dicampur zat lain dengan sistem blending. Bagaimanapun, pertarungan masih panjang. Tentu, yang memberi servis baguslah yang akan menang.

Comments

One Response to “Senyum Petronas”
  1. ringo taufan laode says:

    mohon maaf saya mau bertanya, bagaimana cara untuk bisa bergabung atau mendirikan SPBU di daerah kabupaten atau kota diluar pulau jawa, seperti saya misalnya berada diprovinsi sulawesi tenggara kota bau-bau

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.