Saturday, May 27, 2017

Semburan Lumpur Lapindo Terus Bermunculan

May 3, 2010 by  
Filed under BBM

SIDOARJO – Kawasan Porong terus bermunculan semburan gas (bubble). Bahkan, semburan lama yang dulu sudah berhenti kini mengeluarkan gas dan lumpur lagi.

Setelah sebelumnya bubble di eks toko bangunan RT 12 RW 2, Siring Barat aktif kembali, kini muncul semburan gas bercampur lumpur di tempat pemakaman umum Jatirejo Barat, Kecamatan Porong.

Bahkan, bubble yang muncul tetap di sungai dekat makam umum itu membuat tanah makam longsor. “Setahun lalu semburan itu sudah berhenti. Tapi dalam beberapa minggu ini muncul lagi,” ujar Wahyudi, warga Jatirejo Barat.

Akibat semburan itu pula, sebanyak enam makam warga Jatirejo Barat tergerus akhirnya runtuh masuk sungai. Warga berharap agar ada upaya dari BPLS untuk menahan bibir sungai agar lahan makam tidak terus longsor.

Longsornya lahan makam itu, lanjut Wahyudi, diketahui saat beberapa warga sedang berziarah ke makam itu, Jumat, pekan lalu. Namun, karena volume semburan cukup besar lahan makam terus longsor.

Pantuan tim pemantau gas BPLS, bubble lama yang kini aktif lagi jumlahnya puluhan. Namun, yang volume air bercampur lumpur dan kandungan gasnya cukup besar hanya beberapa saja. Di antaranya, bubble di eks toko bangunan dan dekat pemakaman umum Jatirejo Barat.

Kawasan yang bubble-nya kembali aktif merupakan daerah yang termasuk radius rawan terjadi penurunan tanah (subsidence). Hasil dari kajian tim geologi BPLS, kawasan yang ambles, mulai dari pusat semburan lumpur ke arah barat sampai radius 1,5 km.

Kepala Humas BPLS Akhmad Zulkarnain mengatakan, titik terluar yang muncul bubble berada di Desa Pamotan, Kecamatan Porong. “Untuk buble di sungai dekat pemakaman umum, merupakan bubble lama yang menyebur lagi,” ujarnya.

Zulkarnain menambahkan, tekanan bubble itu cukup kuat sehingga menggerus tanah di atasnya yang menyebabkan longsor. Untuk mengantisipasi agar pemakaman umum itu tidak tegerus semburan, pihaknya akan memasang tumpukan pasir dan batu di dekat semburan.

Terkait banyaknya bubble yang kini aktif lagi, pria yang akrab disapa Izul itu mengaku pihaknya terus memantau kondisi bubble yang ada. Tidak hanya bubble yang bermunculan di sekitar Jalan Raya Porong, tapi juga bubble yang muncul di dekat rumah warga.

Sementara itu, kondisi Jalan Raya Porong dalam beberapa hari ini relatif lancar. Kendari di bahu
jalan sebelumnya bermunculan bubble, namun kini sudah tidak kelihatan karena jalan sudah diuruk dan diaspal.

Hanya saja di bahu jalan sebelah timur yang berdekatan dengan rel KA masih tampak gelembung bubble dan belum ada tanda-tanda untuk berhenti. Meski Jalan Raya Porong sudah tidak terendam banjir, namun pemerintah tetap mengupayakan perbaikan jalur alternatif.

Pasalnya, jika sewaktu-waktu jalur arteri itu kondisinya darurat kendaraan bisa dialihkan melalui jalur alternatif. Kepala Dinas PU Bina Marga Pemkab Sidoarjo Sigit Setiawan mengatakan, pihaknya sudah menganggarkan sebagian perbaikan jalur alternatif. Sedangkan jalur alternatif yang belum tercover anggaran dari Pemkab, akan diajukan ke Pemprov Jatim.

Jalur alternatif yang akan dimintakan anggaran ke Pemprov Jatim adalah sisi timur Jalan Raya Porong. Sedangkan jalur alternatif di barat Jalan Raya Porong akan dimintakan ke BPLS. Bupati juga sudah berkirim surat ke Menteri PU agar memperhatikan Jalan Raya Porong.

Jika kondisinya rusak berpengaruh pada kerusakan jalur alternatif. “Sebab, kendaraan besar akan lewat jalur alternatif yang kelas jalannya tidak sesuai,” papar Sigit Setiawan.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.