Thursday, March 30, 2017

SBY agar turun tangan soal PT Indonesia Asahan Aluminium

May 3, 2010 by  
Filed under Hydro Power

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta turun tangan dan segera memutuskan untuk mengambilalih PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) yang akan berakhir kontraknya 2013 untuk dioperasikan oleh BUMN dan pemerintah daerah setempat.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Ichsanuddin Noorsy meminta Presiden untuk turun tangan untuk meminimalkan kemungkinan terjadi permainan lobi antara pejabat tinggi Indonesia dan Jepang.

“Presiden Yudhoyono tinggal berbicara dengan Jepang dan memberitahukan Indonesia akan mengelola sendiri Inalum pascaahabisnya kontrak BOT [build, operate, and transfer]. Itu bisa dioperasikan BUMN tambang,” katanya pada akhir pekan lalu.

Dia juga menilai adanya upaya mencapai kompromi antara Indonesia dan Jepang berupa pembentukan usaha patungan di Inalum merupakan kebijakan yang merugikan Indonesia.

Apalagi, lanjutnya, Indonesia melalui BUMN tambang dan pemerintah daerah setempat memiliki kemampuan untuk mengoperasikan itu.

Inalum merupakan industri alumunium yang terintegrasi di Asahan Sumatra Utara, Inalum didirikan  di Jakarta pada 6 Januari 1976 berdasarkan perjanjian induk (Master of Agreement) yang diteken 7 Juli 1975 di Tokyo.

Pemerintah  RI saat itu meneken perjanjian dengan 12 perusahaan swasta Jepang. Perusahaan itu adalah Sumitomo Chemical Company Ltd, Sumitomo Shoji Kaisha Ltd, Nippon Light Metal Company Ltd, C Itoh & Co Ltd, dan Nissho Iwai Co Ltd.

Selain itu, Nichimen Co Ltd, Showa Denko KK, Marubeni Corp, Mitsubishi Corp, dan  Mitsui Aluminium Co Ltd.

Dengan adanya perjanjian itu, Indonesia sepakat membentuk Inalum dengan komposisi saham 41% untuk Indonesia dan 59% milik Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan 12 perusahaan yang meneken kesepakatan tersebut.

Perjanjian itu berkonsekwensi, sebanyak 60% produksinya harus dikirim ke Jepang. Baru sisanya, 40% untuk Indonesia.

Oleh pemerintah, produksi untuk kepentingan domestik itu juga diekspor, di luar Jepang.

Sementara itu, Ketua Tim Reses Komisi VII DPR Effendy Simbolon mengemukakan Inalum perlu dikembalikan ke Indonesia.

Comments

One Response to “SBY agar turun tangan soal PT Indonesia Asahan Aluminium”
  1. hari says:

    smoga sukses sllu buat PT.INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM.smoga peng exporan tau peng imporan smakin maju & kita harus memilki kotmitmen yg tinggi agar PT.INDONESIA ASAHAN INALUM 100/SN MLIK INDONESIA…

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.