Wednesday, May 24, 2017

Kejatuhan Saham Wall Street Lebih Buruk Dibanding 2008

May 7, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Bursa Saham Wall Street dilanda kepanikan dengan indeks Dow Jones anjlok hingga 1.000 poin, yang diduga karena ada masalah teknis. Para pialang merasakan sebuah hari paling gila setelah krisis finansial di tahun 2008 lalu.

“Ini adalah hari paling gila yang pernah saya alami. Ini lebih buruk dari 2008, aksi jual terjadi lebih cepat dan dalam,” ujar Mark Galorenzo, pialang opsi dari TMT East seperti dikutip dari Reuters, Jumat (7/5/2010).

Indeks Dow Jones mengalami kejatuhan terburuknya dengan kemerosotan terbesar sepanjang sejarah mencapai 998,5 poin. Namun kejatuhan indeks Dow Jones itu diduga karena terkait kesalahan sistem yang menyebabkan saham-saham tiba-tiba terjadi ke angka nol.

Situasi kekisruhan berlangsung cukup lama usai penutupan perdagangan setelah Nasdaq dan bursa lainnya mengatakan mereka akan membatalkan sejumlah perdagangan berganda yang salah. Sejumlah bursa juga akan mempelajari sejumlah order beli dan jualnya.

Indeks mengalami pemulihan dari kejatuhan tersebut sebelum akhirnya ditutup merosot 3%, yang merupakan kejatuhan terburuk sejak April 2009.

Dalam 20 menit perdagangan, sebanyak 30 emiten komponen Dow Jones Industrial Average merosot hingga 998,5 poin atau sekitar 9%. Hal itu langsung memangkas kapitalisasi pasar hingga miliaran dolar AS. Nasdaq sendiri akhirnya memutuskan untuk membatalkan sejumlah transaksi.

Pada perdagangan Kamis (6/5/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot 347,80 poin (3,20%) ke level 10.520,32. Indeks Standard & Poor’s 500 juga merosot 37,75 poin (3,24%) ke level 1.128,15 dan Nasdaq anjlok 82,65 poin (3,44%) ke level 2.319,64.

Masalah teknis tersebut diduga terjadi karena kesalahan input seorang pialang dari Citigroup. Pialang tersebut salah memasukkan order saham Procter & Gamble dari seharusnya 16 juta menjadi 16 miliar order. Namun pihak Citigroup membantahnya.

Bursa-bursa Saham Asia Pasifik langsung mengikuti kejatuhan di Wall Street tersebut. Krisis yang terjadi di Yunani sejauh ini terus menghantui pasar finansial global. Investor kini kembali dihantui kecemasan setelah krisis finansial melanda dunia tahun 2008 lalu.

“Krisis utang Yunani mengingatkan investor akan apa yang terjadi setelah bangkrutnya Lehman Brothers. Sebuah kegagalan oleh satu institusi finansial akhirnya memicu efek ke perekonomian dunia,” ujar Kazuhiro Takahashi, general manager Daiwa Securities Capital Markets.

Sementara harga minyak terus merosot terkena efek tersebut. Pada perdagangan Jumat di pasar Asia, kontrak utama minyak light sweet pengiriman Juni turun 17 sen menjadi US$ 76,94 per abrel. Minyak Brent juga turun 27 sen menjadi US$ 79,56 dolar.

Sedangkan harga emas juga melanjutkan kenaikannya. Di Hong Kong, harga emas dibuka naik ke level US$ 1.205-1.206 per ounce. Emas mendapatkan berkah dari anjloknya pasar finansial karena investor kini mencari tempat investasi yang lebih aman, diantaranya adalah emas.

Mata uang tunggal, euro terus melanjutkan kemerosotannya dipicu masalah krisis utang Yunani yang dikhawatirkan bisa merebak ke Eropa. Sejauh ini yang sudah terkena dampaknya adalah Spanyol dan Portugal.

Pada perdagangan di Tokyo, euro melemah ke level 1,2523 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,2644 dolar.

saham-wall-street, bursa saham

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.