Sunday, March 26, 2017

Saham Bhakti Investama Melonjak 34,51%

May 5, 2010 by  
Filed under BBM

Jakarta – Harga saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) langsung melejit tajam 34,51% sejak pembukaan perdagangan hari ini dan telah menyentuh batas atas auto rejection menyusul periode ex saham bonus dengan rasio 1:3.

Harga saham perseroan saat ini telah berada di level Rp 265, naik Rp 68 (34,51%) dari sebelumnya Rp 197 per saham. Broker PT Bhakti Securities (EP) menjadi pembeli terbanyak sebanyak 73.148 lot, PT eTrading Securities di posisi kedua sebanyak 42.797 lot, kemudian PT Valbury Asia Securities (CP) sebanyak 41.626 lot.

Di pihak penjual, PT UOB Kay Hian Securities (AI) menjual sebanyak 64.727 lot, kemudian YP sebanyak 33.357 lot, dan EP sebanyak 31.265 lot.

Pelaku pasar sepertinya memburu saham BHIT guna mengantisipasi keuntungan dari kenaikan harga serta saham bonus yang akan dibagikan perseroan pada 21 Mei 2010.

Cum saham bonus BHIT telah berakhir pada perdagangan kemarin, Senin (3/5/2010). Pemegang saham yang memiliki saham BHIT pada perdagangan kemarin akan tercatat dalam daftar penerima saham bonus dengan rasio 1:3.

Itu berarti, dengan modal 1 lot, penerima saham bonus akan memiliki modal 4 lot pada 21 Mei 2010. Harga BHIT pada perdagangan kemarin berada di level Rp 790 per saham.

Menyusul periode ex saham bonus hari ini, ada penyesuaian harga BHIT menjadi Rp 197 per saham (dibagi 4). Sebagai catatan, pemberian saham bonus tidak mengubah ekuitas BHIT, sehingga jika penerima saham bonus tidak mengangkat harga baru, berarti tidak ada keuntungan sama sekali.

Oleh sebab itu, pelaku pasar memutuskan mengangkat harga pada perdagangan hari ini. Dengan asumsi tidak ada penyesuaian harga, maka harga saat ini sebesar Rp 265 per saham setara dengan Rp 1.060 per saham.

Itu artinya, pemegang saham yang kemarin membeli saham BHIT di harga Rp 790 per saham telah memperoleh keuntungan sebesar Rp 260 per saham (Rp 1.060 dikurangi Rp 790).

Menurut kabar yang beredar di kalangan pelaku pasar, harga saham BHIT akan dikerek menuju level Rp 400-500 per saham dalam waktu dekat. Setelah pembagian saham bonus pada 21 Mei 2010 diperkirakan bakal terjadi tekanan jual yang dipicu oleh aksi ambil untung dari para penerima saham bonus.

Namun kabarnya, harga saham bakal diangkat lagi menuju level Rp 1.000 per saham terkait rencana perseroan menerbitkan saham baru non Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebesar 10%.

Dengan pembagian saham bonus ini, jumlah saham BHIT akan meningkat menjadi sekitar 29 miliar saham. Penerbitan 10% saham baru non HMETD berarti akan sekitar 2,9 miliar lembar pada harga Rp 1.000 atau totalnya sekitar Rp 2,9 triliun.

Sebelumnya bos grup Bhakti, Hary Tanoesoedibjo memang mengatakan BHIT membutuhkan dana sebesar US$ 300 juta (sekitar Rp 2,7-2,8 triliun) untuk membayar sejumlah tambang migas yang telah ditandatangani. Dana tersebut akan diperoleh melalui penerbitan 10% saham non HMETD yang kabarnya akan dipatok harga Rp 1.000 per saham.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.