Sunday, July 23, 2017

PLN usulkan royalti batubara PKP2B dalam bentuk inkind

May 21, 2010 by  
Filed under Coal

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengusulkan royalti dan dana hasil produksi batubara (DHPB) pemegang kontrak PKP2B diserahkan dalam bentuk inkind kepada BUMN itu untuk mengatasi masalah bahan bakar pembangkit.

Dirut PLN Dahlan Iskan mengemukakan pemegang kontrak perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) selama ini membayar royalti dan DHPB kepada pemerintah dalam bentuk rupiah.

“Kami usulkan agar kewajiban itu diserahkan dalam bentuk batu bara saja kepada PLN. Kami nantinya yang akan mengganti penghasilan yang seharusnya diterima pemerintah, sesuai yang seharusnya,” ujarnya hari ini.

Bahkan, Dahlan menjanjikan PLN bisa mengganti penerimaan negara sebesar Rp14 triliun. “Dengan diserahkannya royalti dan DHPB itu, persoalan kekurangan bahan bakar pembangkit juga bisa teratasi.”

Menurut dia, negara tidak akan dirugikan karena penerimaan yang seharusnya didapatkan dari PKP2B tetap dibayarkan PLN dan perusahaan setrum pelat merah itu juga diuntungkan karena mendapatkan batu bara bagi pembangkitnya.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sekitar 47 perusahaan PKP2B yang berproduksi telah menyetorkan dana sekitar Rp11,26 triliun yang berasal dari royalti dan DHPB, serta deadrent sebesar Rp23,15 miliar pada 2009.

Dari total produksi PKP2B yang mencapai 197 juta ton, sekitar 41 juta ton batu bara dipasok untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO).

Menurut Dahlan, perseroan itu telah menyiapkan lokasi di Provinsi Banten guna menampung seluruh batu bara PKP2B, sekaligus menjadi tempat pencampuran (blending) dan standardisasi batu bara tersebut.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.