Thursday, March 30, 2017

Roadmap bahan bakar gas ditargetkan tuntas tahun ini

December 4, 2010 by  
Filed under BBG

Energi ;  Pemerintah menargetkan penyusunan roadmap bahan bakar gas berikut aturan yang menyangkut harga dan alokasi, serta spesifikasi penggunaan bahan bakar tersebut akan tuntas pada tahun ini.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Herawati Legowo mengemukakan kementeriannya sudah menyiapkan konsep roadmap dan kedua aturan tersebut. Dengan begitu diharapkan roadmap itu bisa segera diterapkan mulai tahun depan.

“Sekarang sudah kita konsep, tinggal menunggu sedikit lagi. Target saya tahun ini selesai dan tahun depan bisa diterapkan,” tutur dia, hari ini.

Berdasarkan roadmap dan aturan penggunaan BBG untuk transportasi tersebut, jelas dia, ketentuan harga jual bahan bakar ramah lingkungan itu akan ditetapkan beragam. Penetapan harga itu sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Selain itu, tambahnya, volume penjualan BBM di setiap wilayah juga menjadi pertimbangan dalam penetapan harga jual tersebut.  “Itu [harga BBG] tidak seragam di seluruh Indonesia, tetapi berdasarkan wilayah dan volume penjualan. Karena kita tahu kalau untuk investasi yang sama dengan volume penjualannya lebih kecil, harganya bisa saja jadi lebih tinggi.”

Dia mencontohkan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya yang tingkat perekonomian sudah lebih baik, serta jumlah angkutan transportasinya cukup banyak, harga jual BBG tidak harus sama dengan Palembang dan Surabaya.

“Kita lihat kondisi per regionnya seperti apa karena dasar harga BBG itu dua, yakni harga per region serta volume gas penjualan. Itu sangat tergantung pada final di akhir tahun ini,” ujar Evita.

Seperti diketahui, penyusunan roadmap dan aturan terkait BBG transportasi ini merupakan  tindak lanjut rapat mengenai penanganan transportasi dan kemacetan Jabodetabek di Istana Wapres, pada akhir Oktober 2010.

Salah satu persoalan yang dibahas dalam rapat tersebut, antara lain menyangkut perbedaan harga BBG untuk bus Transjakarta, yang dijual PT Pertamina (Persero) sebesar Rp2.562 per LSP (liter setara premium), sedangkan harga dari PT Perusahaan Gas Negara sebesar Rp3.600 per LSP.

Dewan Energi Nasional (DEN) sebelumnya merekomendasikan kepada pemerintah untuk menyediakan subsidi harga BBG, bila disparitas harga domestik dengan pasar internasional terlalu tinggi.

Anggota DEN Herman Agustiawan menilai pemberian subsidi BBG itu jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Lagi pula, subsidi BBG akan mendorong peningkatan penggunaan komoditas itu untuk sektor transportasi, khususnya kendaraan umum di kota-kota besar.

“Kalau BBG diberi subsidi 25%-50%, bahkan sampai 75%, ternyata memang masih lebih menguntungkan dibandingkan dengan subsidi BBM, ataupun dari penerimaan devisa negara,” jelasnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.