Saturday, May 27, 2017

RI tunggu jadwal renegosiasi penjualan gas

July 23, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengharapkan pertemuan pemerintah dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia Ashok Mirpuri bisa segera dilaksanakan guna merenegosiasikan kontrak penjualan gas ke negara tersebut.

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengungkapkan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri sudah mengirimkan surat resmi kepada Duta Besar Singapura, terkait proses renegosiasi kontrak gas dari Grissik ke Singapura, untuk memastikan keamanan pasokan gas ke domestik melalui pipa South Sumatera West Java.

“Saya sedang merencanakan pertemuan dengan Dubes Singapura dan jadwalnya lagi kami tunggu. Secara formil, inginnya bisa ketemu secepatnya,” kata dia di Kantor Kementerian ESDM, hari ini.

Menurut dia, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri sudah merintis komunikasi dengan pihak Singapura. Bahkan, dia mengakui Kementerian ESDM sediri secara khusus telah berkomunikasi dengan pihak Singapura, walaupun masih secara informal.

“Pertama-tama kita bicara secara colloquial dulu karena Singapura itu negara tetangga dan negara sahabat yang banyak saling pengertian kok. Dia [Singapura] juga banyak saling membantu selama ini.”

Darwin menjelaskan pihaknya terlebih dulu akan memaparkan permasalahan gas di dalam negeri sehingga akhirnya ada pemahaman bersama antara Singapura dan Indonesia.

“Kami harapkan ada pemahaman antara yang berkomunikasi dengan yang berdialog, baru kemudian nanti kami lihat bagaimana baiknya,” tutur Darwin.

Renegosiasi kontrak gas ke Singapura menjadi kesepakatan dari rapat kerja bersama antara Menko Perekonomian, Menteri ESDM, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan dan Komisi IV, VI, dan VII DPR baru-baru ini. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah akan merenegosiasi yang dimulai dari pendekatan government to government (G to G).

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengaku telah mengirimkan surat kepada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa untuk membantu proses renegosiasi kontrak jual beli gas dengan Singapura. Pemerintah, katanya, berharap agar Singapura dapat memahami kondisi pasokan dan permintaan gas di Tanah Air.

Pasokan untuk Singapura dari Koridor dan South Jambi berdasarkan kontrak sekitar 180—220 MMscfd. Hanya saja, South Jambi yang berdasarkan kontrak harus memasok sekitar 70 MMScfd, hanya sanggup memproduksi 10 MMScfd sehingga kekurangannya diambil dari Koridor yang didedikasikan untuk PGN.

Akibatnya, PGN kekurangan gas untuk didistribusikan kepada pelanggan domestiknya, terutama PLN dan industri. Untuk menghindari dampak negatif dari pengurangan kinerja industri, pemerintah, PLN dan PGN serta industri sepakat untuk memangkas pasokan untuk pembangkit PLN.

Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Golkar Dito Ganinduto meminta agar pemerintah segera merealisasikan negosiasi pasokan gas ke Singapura untuk mengamankan pasokan gas bagi pembangkit PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pengurangan pasokan gas untuk Singapura itu, katanya, setidaknya untuk dua tahun hingga proyek terminal penerima gas alam cair (FSRT Teluk Jakarta) tuntas.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.