Sunday, July 23, 2017

RI bidik investasi panas bumi US$12 miliar

March 12, 2010 by  
Filed under Geothermal

Pemerintah menargetkan komitmen investasi baru dari pemanfaatan energi panas bumi sekitar US$12 miliar dengan kapasitas 3.977 megawatt (MW), yang menjadi bagian dari megaproyek pembangkit 10.000 MW tahap II bisa terkumpul pada tahun ini.

Hal itu sejalan dengan penyelenggaraan World Geothermal Congress (WGC) ke-4 di Bali International Convention Centre, Bali pada 25-30 April 2010.

Direktur Jenderal Mineral, Batu bara, dan Panas bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Setiawan mengungkapkan penyelenggaraan diharapkan juga mendukung komitmen pemerintah dalam mengembangkan energi terbarukan.

“Acara tersebut [WGC] sekaligus mempercepat proyek panas bumi yang sedang dikembangkan dengan pihak swasta. Rencananya juga ada penandatanganan sejumlah proyek panas bumi di hadapan Presiden RI. Makanya kami menargetkan bisa menggaet investasi sekitar US$12 miliar atau sekitar US$3 juta per megawatt,” ujarnya hari ini.

Menurut dia, penyelenggaran kongres tersebut sangat strategis bagi Indonesia yang mempunyai 40% dari potensi geothermal dunia.

Diharapkan dengan terlaksananya kongres, lanjutnya, potensi panas bumi Indonesia yang cukup besar tersebut lebih bergaung di tingkat dunia.

“Tentunya dengan adanya keberpihakan dari pemerintah sehingga membuat investor tertarik berinvestasi dalam pengembangan panas bumi. Kami yakin pengembangan panas bumi ini bisa lebih bagus. Kalau memang aturan yang ada masih dirasa kurang, kita bisa buat aturan lagi. Yang penting bisa menarik bagi investor,” tutur Bambang.

Menurut Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, hingga kini sudah 2.500 peserta yang ikut mendaftar untuk kongres panas bumi dunia tersebut, yang terdiri dari 80 negara dan 25 di antaranya sudah menggunakan geothermal sebagai tenaga pembangkit listrik.

“Indonesia sendiri, Alhamdulillah adalah negara dengan potensi terbesar di dunia. Cuma, dari potensi yang besar itu, hanya sekitar 14% atau sekitar 1.198 MW yang sudah dimanfaatkan. Ke depannya, akan terus ditingkatkan,” tuturnya.

Menurut dia, pemerintah telah menyusun roadmap pemanfaatan panas bumi dan dalam kebijakan energi nasional berupaya meningkatkan pemanfaatan panas bumi menjadi 5% atau setara dengan 9.500 MW pada 2025.

Sementara itu, Ketua Komite Organisasi World Geothermal Congress 2010 Herman Darnel Ibrahim mengatakan dalam kongres tersebut akan membahas 32 buah topik dan tim seleksi telah meloloskan 1.040 paper yang 98 di antaranya berasal dari Indonesia.

“Kongres ini merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia karena mampu bersaing dengan negara lain untuk menjadi tuan rumah. Kami harapkan di akhir kongres nanti, akan ada suatu investasi yang lebih besar atau program kongrit dengan pendanaan yang lebih cepat,” tutur Herman.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Panas bumi Indonesia (API) Surya Darma mengungkapkan pelaksanaan kongres internasional tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan panas bumi nasional.

“Ini juga bisa sebagai ajang promosi untuk cadangan panas bumi nasional. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan panas bumi lainnya juga bisa belajar dari negara lainnya, baik soal kebijakan maupun teknik pengembangan panas bumi,” ujarnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.