Sunday, October 22, 2017

RI ajak Turki kembangkan panas bumi di KTI

July 5, 2010 by  
Filed under Geothermal

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng Turki untuk pengembangan potensi panas bumi berskala kecil, terutama di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengungkapkan Turki merupakan salah satu negara yang cukup berhasil dalam pengembangan panas bumi berskala kecil, baik secara langsung untuk pengeringan atau pemanasan, maupun tidak langung berupa pembangkit listrik.

Selain itu, dia menambahkan, biaya eksplorasi panas bumi Turki hanya berkisar US$1,5-US$2 juta per MW atau 50% lebih murah dibandingkan dengan Indonesia yang mencapai sekitar US$4 juta per MW.

“Indonesia belum banyak mengembangkan panas bumi untuk pemanfaatan langsung, makanya kita ingin mendapatkan manfaat dan pengalaman dari Turki. Lagi pula, mereka sepertinya mempunyai teknologi sendiri yang lebih maju untuk pengembangan panas bumi, terutama pengeboran, dan energi terbarukan lainnya,” ujarnya kepada Bisnis.com, hari ini.

Menurut dia, kerja sama dengan Turki itu akan diarahkan ke kawasan timur Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, Maluku, dan Sulawesi Utara yang potensi dan demandnya tidak lebih dari 60 MW.

Berdasarkan pengalaman, pengembangan panas bumi skala kecil untuk pembangkit listrik di Indonesia membutuhkan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan skala besar.

Hanya saja, Turki banyak melakukan pengembangan berskala kecil di bawah 10 MW dengan biaya yang jauh lebih murah dan relative bersaing dibandingkan dengan Indonesia.

Dia mengatakan dengan ditandatanganinya MoU Joint Research and Exploration in the field of geohermal dan geohazard antara Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM mewakili Pemerintah RI dengan Dirjen Eksplorasi dan Penelitian Mineral, Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam Turki, Mehmet Uzer pada 28 Juni 2010, pihaknya akan segera mengirimkan tim teknis ke negara tersebut untuk menidaklanjuti kerja sama yang lebih nyata.

“Saat ini sudah ada kesepahaman kerja sama b to b [business to business] yang lebih real dibandingkan dengan G to G antara Indonesia dengan Turki.”

Artinya, lanjutnya, sebenarnya keinginan kerja sama ini sudah mulai dijajaki sejak lima tahun yang lalu ketika Turki menjadi tuan rumah kongres panas bumi dunia di Antalia.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.