Saturday, March 25, 2017

‘Revisi UU Migas berisiko hambat investasi’

July 23, 2010 by  
Filed under BBM

Satu pengamat menilai menilai rencana revisi Undang-Undang Migas No. 22 Tahun 2001 beresiko menghambat investasi dan memberikan biaya tambahan di sektor tersebut.

Menurut pengamat minyak dan gas bumi (migas) Institut Teknologi Bandung Rudi Rubiandini, revisi tersebut menimbulkan masalah ketidakpastian hukum dan biaya baru bagi negara. Di sisi lain, investasi baru dengan sendirinya juga akan tertahan.

“Kalaupun mau merevisi, silahkan saja revisi, tetapi pada saat merevisi, kita juga harus tahu bahwa ada risiko lainnya. Tinggal sekarang pilih, memang urgency-nya itu dari segi merevisi atau implementasinya,” katanya hari ini.

Menurut dia, UU Migas tersebut sudah sangat terbuka untuk membuat kontrak dengan jenis yang berbeda dengan sistem Kontrak Bagi Hasil (production sharing contract/PSC) yang hingga kini dipakai, seperti menggunakan sistem royalty, sistem kontrak karya, atau sistem lainnya.

Pada dasarnya, kata dia, kunci utama persoalan migas di dalam negeri bukan terletak pada UU-nya, melainkan turunan dari regulasi tersebut seperti peraturan pelaksana, termasuk pihak yang melaksanakannya yang selama ini tidak memiliki keberanian dan kemampuan mengambil keputusan.

“Itu yang jadi masalah sehingga carut-marut di mana-mana. Sebetulnya UU No. 22/2001 itu belum utuh dilaksanakan, tetapi kita melihat kenegatifannya. Kalaupun ada negatifnya, bukan hanya di UU saja, tetapi juga di implementasinya yang carut-marut.” Untuk

meningkatkan pendapatan negara dan melindungi bangsa, lanjut dia, bukan dengan mengubah UU-nya, akan tetapi jenis kontrak yang lebih terbuka dan bervariasi, termasuk besaran share yang disesuaikan dengan kondisi wilayah kerja.(fh

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.