Friday, March 24, 2017

Rencana pasokan gas Lapangan Singa dibatalkan

March 11, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi membatalkan rencana pasokan gas dari Lapangan Singa milik PT Medco Energi Internasional Tbk sebanyak 50 mmscfd ke Chevron Pacific Indonesia dan menyalurkannya untuk kebutuhan industri di Jawa bagian Barat.

Kepala Dinas Hubungan Masyarakat dan Hubungan Kelembagaan BP Migas, Sulistya Hastuti Wahyu mengatakan BP Migas terus mengupayakan agar pasokan gas untuk domestik tidak terganggu. Dia mencontohkan berakhirnya kontrak gas untuk PGN Muara Karang dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Pertamina Hulu Energi ONWJ pada akhir 2009 akan ditutupi dari Lapangan Singa, milik Medco.

“Hilangnya pasokan gas sekitar 30 mmscfd tersebut memberikan dampak yang signifikan bagi kelangsungan industri. Untuk mengatasi hal ini, BP Migas telah mengalokasikan gas dari Lapangan Singa Blok Lematang milik Medco sebesar 50 mmscfd untuk mencukupi kekurangan tersebut,” katanya hari ini.

Sebelumnya, kalangan industri mengeluhkan kebijakan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk yang akan memangkas pasokan gasnya untuk konsumen sebesar 20%. Kegelisahan konsumen industri juga semakin menjadi setelah muncul rencana gas dari Lapangan Singa yang dibeli PGN seharga US$5,7 per juta Btu dari Medco itu digunakan sementara selama tiga tahun untuk enhanced oil recovery (EOR) steamflood Lapangan Duri, Blok Rokan milik Chevron Pacific Indonesia.

Ketika dikonfirmasi Selasa malam, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan pemerintah telah merancang strategi untuk mengatasi krisis akibat rencana pengalihan pasokan gas milik Medco tersebut. “Itu [penyelesaian] sudah ada di meja saya tetapi belum dilaporkan kepada Menteri ESDM.”

Sebelumnya, Dirut PGN Hendi P. Santoso mengatakan akibat putusnya kontrak PGN dan PHE ONWJ yang totalnya mencapai 65 mmscfd, sekitar 165 pelanggan industri dan 81 pelanggan komersial terdampak. Selain itu, dampak yang sama juga dirasakan oleh sekiar 10.200 pelanggan rumah tangga.

Sulistya melanjutkan instansinya meprediksikan pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestic akan meningkat signifikan setelah 2010. Dia mengatakan setelah 2010 komitmen ekspor gas ke luar negeri mulai berkurang. Selain itu, tuturnya, infrastruktur pendukung distribusi dan transmisi gas bumi di Indonesia mulai terbangun. BP Migas juga mendukung program pembangunan receiving terminal gas alam cair (LNG) oleh konsorsium PGN dan Pertamina.

“Adanya receiving terminal LNG tersebut akan memudahkan distribusi gas dari area yang mengalami surplus gas,” jelasnya. Sulistya menjelaskan selama tahun 2009, BP Migas telah memasok gas industri pupuk sebesar 654 mmscfd dan untuk kelistrikan sebesar 783,5 mmscfd. Untuk pemenuhan kebutuhan industri telah dipasok sebesar 1279,2 mmscfd melalui penjualan gas kepada PGN maupun langsung ke industri, sedangkan pemanfaatan gas yang diproses menjadi elpiji sebesar 216,1 mmscfd.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.