Friday, May 26, 2017

Reklamasi Pantura bisa ganggu pasokan listrik

June 7, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Kegiatan reklamasi Pantai Utara (Pantura) Jakarta yang tidak terkendali dan terintegrasi dengan kegiatan operasional pembangkit listrik yang ada berpotensi mengganggu pasokan listrik ke wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Pasalnya, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) hingga kini masih mengandalkan air laut, khususnya di Pantura Jakarta sebagai air baku untuk menghasilkan listrik, sekaligus pendingin mesin PLTGU Tanjung Priok berkapasitas 1.248 MW, Muara Karang 1.375 MW, dan Muara Tawar 1.745 MW.

Manajer Bidang Pembangkitan PLN Puslitbang Jonny Havianto mengungkapkan kegiatan reklamasi Pantura Jakarta itu bisa memicu terjadinya penurunan daya mampu pembangkit thermal akibat kenaikan temperatur dan penurunan pasokan pendingin sehingga mengurangi kehandalan pembangkit dalam mensupplai kebutuhan listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Sebagian besar reklamasi menimbun laut menjadi daratan. Selain itu, juga terjadi kenaikan temperatur air dan penurunan jumlah pasokan air pendingin ke  pembangkit PLN. Ini bisa mengancam kegiatan operasional pembangkit yang berakibat kepada pemadaman karena pasokan listrik akan berkurang,” kata dia dalam acara seminar tentang dampak reklamasi Pantura Jakarta, pada akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan ketiga pembangkit listrik berlokasi di kawasan Pantura merupakan tulang punggung sistem kelistrikan Jakarta dan Jawa-Bali karena lebih dari 50% kebutuhan listrik di Jakarta disuplai oleh ketiga pembangkit tersebut.

Bahkan, dia menambahkan ketiga pembangkit PLN dengan total nilai aset mencapai Rp40 triliun tersebut  juga sudah ditetapkan sebagai obyek vital nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 63/2004 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional.

Menurut Jonny, tingginya laju sedimentasi dari kegiatan reklamasi akan mengurangi debit air laut yang dibutuhkan oleh sistem mesin pendingin pembangkit sehingga menurunkan kelangsungan operasi.

“Setiap kegiatan wilayah pantai dan reklamasi seharusnya didukung  oleh studi kelayakan dan lingkungan sehingga menjamin kelancaran air pendingin pembangkit dan  gangguan terhadap pasokan listrik ke Jakarta bisa dicegah.”

Idealnya, lanjut dia, kegiatan reklamasi itu harus mempertimbangkan sejumlah hal, terutama jaminan kualitas dan kelancaran air laut untuk sistem pendingin dan air baku pembangkit, jaminan kualitas udara, jaminan kelancaran mobilitas kapal tanker dan tongkang pemasok bahan bakar serta jaminan tidak terjadinya peningkatan frekuensi banjir akibat tertahannya aliran air ke luat dan perbedaan tinggi permukaan tanah.

Di sisi lain, Kepala PLN Puslitbang Hadi Harmono mengungkapkan maraknya pembangunan apartemen di pesisir Jakarta juga berdampak terhadap operasional pembangkit milik PLN.

“Saat dibangun, pembangkit listrik PLN dirancang menggunakan sistem pendingin air laut. Ini [pembangunan apartemen] akan mempengaruhi kemampuan atau efisiensi dari pembangkit,” tutur dia.

Seperti diketahui, proyek reklamasi Pantura Jakarta tersebut tengah dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan pihak pengembang dengan dasar Pepres No. 54 tahun 2008 tentang Tata Ruang Jakarta dan sekitarnya.

Proyek reklamasi tersebut membentang sepanjang ± 32 kilo meter dari sebelah timur perbatasan Cilincing dengan Kabupaten Bekasi hingga sebelah barat perbatasan Penjaringan dengan Kabupaten Tangerang.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.