Monday, March 27, 2017

Ranyza siapkan opsi pendanaan proyek energi

October 29, 2010 by  
Filed under Alternatif

Ranyza Energy Group menyiapkan sejumlah opsi pendanaan proyek energi yang tengah digarapnya.

Hariara Tambunan, Chairman dan CEO Ranyza Energy Group mengungkapkan salah satu pendanaan yang sedang disiapkannya adalah dengan mencari mitra investasi stratgeis atau investor di proyek-proyek tersebut melalui mekanisme direct investment atau investasi langsung.

“Opsi ini saya nilai sebagai yang terbaik baik bagi investor atau bagi Group mengingat sifat investasi di proyek-proyek yang ditawarkan adalah bersifat jangka panjang [long term] sehingga komitmen investasi dari pihak investor harus jelas secara jangka panjang,” ujarnya kepada Bisnis hari ini.

Beberapa proyek energi yang ditawarkan salah satu kelompok usaha yang sedang berkembang di bidang energi kepada investor tersebut adalah proyek pertambangan batu bara di Kalimantan Timur dan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Kuala Tanjung 2 x 135 MW.

Proyek listrik Kuala Tanjung diperkirakan menghabiskan biaya US$450 juta dan akan mensuplai lstrik kepada PLN selama 20 tahun.

Proyek tersebut, menurut Hariara adalah sangat vital bagi pengembangan daerah Sumatra Utara. Diharapkan dengan selesainya PLTU ini akan dapat mengatasi krisis listrik di provisi tersebut.

Hariara lebih lanjut menyatakan bahwa segala infrastruktur yang terkait dengan proyek tersebut telah disiapkan mulai dari perizinan bahkan lahan untuk proyek seluas 16 hektare (ha) termasuk jetty.

“Kami mengharapkan untuk menerima komitmen dari investor pada akhir kuartal IV/2010 atau setidak-tidaknya awal tahun depan sehingga konstruksi proyek dapat dimulai awal pertengahan 2011 sesuai dengan jadwal yang telah disepakati dengan calon pembeli listrik, yaitu PLN.

Pada 2007, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kuala Tanjung 2×112,5 MW di Kabupaten Batubara dan PLTU Paluh Merbau 2×150 MW di Kabupaten Deliserdang diresmikan.

Peresmian pembangunan 2 proyek kelistrikan itu ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Gubernur Sumut dengan PT Ranyza Energi dan PT Gregory Energi.

Pemprov Sumut menyambut baik investor yang akan segera merealisasikan pembangunan PLTU tersebut karena akan mampu mengatasi krisis listrik di provinsi tersebut.

Sebelumnya, PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk tengah mencari mitra strategis yang akan membantu pendanaan tiga proyek PLTU berstatus independent power producer (IPP).

Corporate Secretary Truba Alam Engineering Gamala Virasa Katopo mengungkapkan tiga proyek IPP yang sedang dipersiapkan yakni PLTU Lampung berkapasitas 2×30 Megawatt (MW), PLTU Pontianak (Kalimantan Barat) 2×30 MW dan PLTU Kuala Tanjung (Sumatra Utara) 2×135 MW.

“Pembangkit Lampung, sekarang perkembangannya masih dalam tahap mematangkan financial-nya. Untuk pembangkit Pontianak dan Kuala Tanjung kami masih cari mitra untuk membantu pendanaannya,” ujarnya.

Tahun lalu Ratchaburi Electricity Generating Holding PCL mengambil alih 40% saham Truba Alam di proyek PLTU Kuala Tanjung.

Dengan akuisisi ini, saham Truba berkurang menjadi 40%, sisanya 20% dimiliki PT Ranyza Energi. Ratchaburi Electric merupakan produsen listrik swasta di Thailand.

Pemegang saham mayoritas Ratchaburi adalah otoritas pembangkit listrik Thailand sebesar 45%, sedangkan Banpu Plc, produsen batu bara terbesar di Thailand memiliki 15% saham di Ratchaburi

Comments

One Response to “Ranyza siapkan opsi pendanaan proyek energi”
  1. darma says:

    Kami (investor) untuk mencari mitra yang punya proyek power plant dan energi yang ingin kerjasama. Kami siapkan investasi hingga US$ 100 juta. Kalau ada yang punya proyek dan sedang cari investor, kami siap kerjasama.

    Thanks

    director@star-companies.com

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.