Monday, October 23, 2017

Produksi minyak RI masih 1,42% di bawah target

March 9, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Hingga bulan kedua 2010 rata-rata produksi minyak nasional baru mencapai 951.214 barel per hari (bph) atau 1,42% di bawah target APBN 2010 yang dipatok di level 965.000 bph.

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R. Priyono mengatakan terdapat beberapa catatan gangguan yang menyebabkan produksi minyak sejauh ini belum memenuhi target. Pertama, tuturnya, produksi Kodeco Energy turun sebesar 4.000 bph karena terjadi sludge flow sehingga high pressure dan high level yang hingga kini masih dalam proses perbaikan.

Kedua, imbuh Priyono, Mobil Cepu Ltd juga mengalami surut produksi hingga hanya di level 13.700 bph karena kilang Tri Wahana Universal hingga kini masih belum menyerap minyak Cepu. Ketiga, lanjutnya, fasilitas produksi Kangean Energy di lapangan Sepanjang mengalami shutdown akibat terlalu besarnya kandungan air sehingga produksi turun menjadi sekitar 2.500 bph.

“Joint Operating Body [JOB] Pertamina-PetroChina East Java juga menurunkan produksi 3.000 bph untuk menurunkan volume flare. Sebenarnya potensi produksi minyak nasional bisa mencapai 974.000 bph,” katanya dalam pesan singkat kepada Bisnis.com, Minggu malam.

Dengan kejadian-kejadian tersebut, kata Priyono, produksi minyak mencapai 951.214 bph. Rata-rata produksi itu jauh lebih rendah dari rata-rata produksi Februari yang mencapai 959.186 bph.

“Status produksi minyak 28 Februari mencapai 961.964 bph, termasuk kondensat yang mencapai 148.762 bph,” kata Priyono.

Sementara itu, rata-rata produksi gas sepanjang 2010 tercatat sebesar 8.719 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Adapun rata-rata produksi gas Februari mencapai 8.900 mmscfd.

“Produksi gas pada 28 Februari sendiri sempat mencapai 9.031 mmscfd,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis.com, tahun lalu ada sekitar 37,16 miliar kaki kubik (bcf) atau 101,79 mmscfd gas yang tidak bisa diproduksikan karena fasilitas produksi mati, yang umumnya tidak terencana. Adapun kehilangan produksi minyak di tahun yang sama mencapai lebih dari 2,47 juta barel.

ConocoPhillips merupakan perusahaan yang mengalami gangguan produksi minyak terbanyak, yaitu enam kali dengan kehilangan produksi sekitar 404.000 barel. Perusahaan yang sama juga tercatat sebagai perusahaan yang melakukan shutdown fasilitas produksi gas terbanyak, yaitu tujuh kali, yang empat di antaranya tidak terencana dengan kehilangan produksi tidak terencana 5,36 bcf.

oil_drilling

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.