Friday, January 20, 2017

Premium Atau Pertamax?

January 1, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Pernahkah terlintas pertanyaan dalam benak kita, faktor apa sebenarnya yang menentukan sehingga sebuah kendaraan  ber- BBM premium atau petamax? Juga  istilah-istilah lain seperti jenis BBM Super, Super Extra, Performance 92 dan sebagainya. Istilah-istilah ini muncul seiring dengan masuknya SPBU asing bersaing di bisnis hilir perminyakan dalam negri. Apakah istilah- istilah ini hanya merupakan bentuk marketing dari  masing-masing SPBU dalam memberikan indentitas produknya kepada konsumen?

Untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal , jenis bensin harus sesuai dengan desain dari mesin kendaraan. Jenis bensin biasanya ditentukan  berdasarkan nilai oktan-nya (RON), contohnya Premium memiliki oktan 88, Pertamax ber oktan 92 dan seterusnya, yang jelas semakin tinggi kandungan oktan-nya semakin mahal harganya. Tapi pada kenyataanya, tingginya oktan pada bahan bakar tidak menjamin menghasilkan power atau daya kekuatan mesin yang tinggi. Kok bisa gitu?

Setiap kendaraan mempunyai buku manual / panduan, pada bagian data teknis tertera keterangan mengenai “Rasio kompresi” (Compresion Ratio / CR). CR ini adalah hasil perhitungan perbandingan tekanan yang berkaitan dengan volume ruang bakar terhadap jarak langkah piston dari titik bawah ke titik paling atas saat mesin bekerja. Jika sebuah kendaraan memerlukan  jenis BBM yang memiliki oktan 92, berarti bensin-nya Pertamax.

Apa yang terjadi kalau diisi dengan BBM dengan nilai oktan lebih rendah?

Bensin dengan nilai oktan yang kecil akan lebih mudah terbakar. Semakin tinggi nilai CR pada mesin berarti membutuhkan bensin bernilai oktan tinggi, bensin harus semakin lambat terbakarnya. Mesin berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar (akibat tekanan yang tinggi), yang akan menjadi masalah adalah, ketika bensin terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api. Saat piston naik ke atas melakukan kompresi, bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakar tersebut. Kita sering mendengar istilah “Ngelitik” (pinging/knocking). Ngelitik berarti bensin menjadi tenaga yang tidak terpakai, kerja mesin tidak optimal, kembali diulang.

Bagaimana kalau diisi bensin dengan oktan lebih tinggi?

Bensin dengan oktan yang lebih tinggi seperti pertamax atau pertamax plus pada umumnya dilengkapi dengan aditif pembersih, dan sebagainya. Namun tidak banyak memberi penambahan tenaga, jadi angka oktan tinggi bukan artinya lebih ‘bertenaga’.
Karena benefitnya kurang sebanding jika dibanding harganya yang tinggi, maka ujung-ujungnya hanyalah merupakan pemborosan uang saja. Jadi isilah BBM sesuai nilai Compresion Ratio (CR), kecuali ada modifikasi lain pada mesin. Semakin tinggi nilai oktan, semakin lambat bensin terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi),yang berarti lebih sulit menguap. Selain itu bensin yang gagal terbakar karna oktan terlalu tinggi, bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

Ada banyak cara yang  dilakukan agar bisa menggunakan bensin Premium pada mesin yang ber-CR tinggi, namun mesin tidak mengalami ‘ngelitik’. Namun cara yang paling umum  adalah dengan cara  menambahkan Octane Booster pada tangki bensin. Jadi kesimpulannya premium + octane Booster = Pertmax, Gitu aja kok repot.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.