Friday, January 20, 2017

PLTN belum bisa dijadikan sumber energi

March 6, 2010 by  
Filed under Featured, Nuclear Power

JAKARTA – Indonesia dinilai belum mampu menjadikan PLTN sebagai sumber listrik alternatif karena pemerintah tidak memiliki dan menguasai teknologi pengayaan uranium, untuk dijadikan sumber energi pengganti listrik.

“Selain itu, kita juga tidak mempunyai uranium,” kata Iwan Kurniawan, pengamat nuklir dari Universitas Indonesia seusai berbicara pada dialog publik bertajuk Polemik Pengembangan PLTN di Indonesia: Sebuah Kutukan atau Peluang, di kampus UIN Syarief Hidayatullah, Ciputat, hari ini.

Iwan menanggapi rencana Badan Tenaga Nuklir Nasional membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2016-2017. PLTN diyakini sebagai salah satu solusi dan akan menjadi energi listrik ramah lingkungan, serta murah.

Menurut Iwan, Indonesia memang memiliki cadangan uranium di Kalimantan, tetapi tidak bisa dipakai karena memerlukan proses. Proses itu sangat bergantung pada teknologi impor dari negara maju, sementara negeri ini tidak menguasai teknologi tersebut.

“Kita baru sebatas belajar pengolahan limbah radioaktif. Jadi, belum menguasai benar, sehingga dikhawatirkan pembuangan limbah radioaktif yang tak aman. Mengenai penguasaan teknologi pengayaan uranium, juga masih kurang,” katanya dalam diskusi yang dihadiri oleh sejumlah mahasiswa UIN Syarief Hidayatullah, dan Perkumpulan Mahasiswa Jawa Tengah (Permaja), serta Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Tengah.

Menurut ahli nuklir ini, sebaiknya pemerintah memanfaatkan sumberdaya energi alternatif lainnya yang begitu berlimpah ruah. Misalnya gas, batu bara, panas bumi, energi terbarukan, bahkan limbah pertanian bisa dijadikan energi listrik. Selain itu biaya untuk mendirikan PLTN cukup mahal.

Siti Yamroh Suudi, Ketua KTNA Jawa Tengah, menilai rencana pembangunan PLTN di Semenanjung Muria, akan mematikan mata pencaharian petani dan nelayan di wilayah itu. Pihaknya secara tegas menolak pembangunan PLTN di mana pun itu.

“Kami sudah mengirim surat keberatan dan penolakan ke tujuh bupati, gubernur, dan DPRD, tetapi hingga saat ini belum ada jawaban,” ujarnya.

Bisnis.com

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.