Saturday, March 25, 2017

PLN targetkan 20% kebutuhan dari PLN Batubara

April 22, 2010 by  
Filed under Coal, Featured

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menargetkan sekitar 20% batu bara dari total kebutuhan per tahun mampu dipasok oleh PT PLN Batubara, menyusul rencana kerja sama dengan pemilik izin kuasa pertambangan (KP).

Dirut PLN Dahlan Iskan mengatakan perusahaan kini menyusun persyaratan kerja sama, yang meliputi luasan wilayah KP, kandungan batu bara, total moisture, kalori dan jarak dari terminal transportasi. Diharapkan persyaratan tersebut akan menjadi parameter bagi perusahaan untuk bisa bekerjasama dengan BUMN.

Menurut dia, beberapa perusahaan KP telah mendekati PLN secara informal. Dia berharap pemilik KP skala kecil bisa bergabung dengan inisiatif sendiri. Sehingga kandungan cadangan bisa lebih besar dengan skala produksi yang lebih signifikan dan efisien biaya.

“Kami harapkan supaya KP-KP kecil itu bergabung dengan inisiatif sendiri. Setelah bergabung silakan menghubungi PLN supaya lebih seksi,” katanya hari ini.

PLN, tuturnya, menargetkan untuk bisa memulai kerja sama tersebut pada Oktober atau November tahun ini. Dengan demikian, tuturnya, diharapkan produksi batu bara yang dihasilkan dari mekanisme itu bisa dimulai tahun depan.

“Kalau bisa Oktober atau November [dimulai] sehingga tahun depan sudah ada batubara yang dihasilkan dari kerja sama ini,” katanya.

PLN, katanya, menargetkan produksi batu bara dari mekanisme ini bisa menutupi sekitar 20% dari total kebutuhan PLN. Artinya, tuturnya, apabila konsumsi batu bara PLN saat ini sekitar 30 juta ton per tahun, 8 juta ton sudah bagus. “Ini untuk pengendali supaya ketergantungan [kepada produsen lain] jangan 100%.”

Dahlan mengatakan perusahaan tengah memikirkan jalan keluar yang paling tepat untuk kerja sama tersebut agar tidak melanggar Undang-undang Minerba. “Kalau itu dianggap melanggar, sudah berapa ratus yang melanggar. Ya…jangan dibuat melanggar kontraknya. Caranya belum terpikir. Bisalah, nanti bentuknya apa.”

Seperti diketahui, PLN berencana menggandeng pemilik KP yang hingga kini belum beroperasi akibat kendala permodalan atau ketiadaan pasar untuk bekerja sama dengan anak perusahaannya, PLN Batubara. Dengan suntikan modal dari PLN, PLN Batubara akan mengoperasikan KP-KP tersebut, dan memberikan kompensasi berupa royalti dalam bentuk dolar per ton kepada pemilik KP dengan besaran yang ditenderkan.

Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Nasri Sebayang mengatakan untuk tahap awal PLN Batubara diharapkan bisa memasok sekitar 2—3 juta ton per tahun yang akan ditingkatkan secara bertahap. Menurut dia, PLN akan fokus mencari KP di wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sumatra Selatan.

“3 juta ton itu produksi yang dikumpulkan anak perusahaan dari KP-KP tersebut. Namanya pasokan batu bara itu kan sifatnya tidak pasti, ada kemungkian failed misalnya tambangnya banjir,” katanya.

Direktur Energi Primer PLN Nurpamudji menambahkan terkait dengan anjuran Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J. Purwono untuk membangun buffer stock, PLN masih mempertimbangkan risiko biaya yang harus dikeluarkan. Menurut dia, pembangunan stok batu bara untuk sekitar 30 hari, akan menelan biaya hingga triliunan rupiah.

“Dirut menyatakan kalau investasi itu tidak apa-apa asalkan jangka panjang menguntungkan. Kalau menumpuk batu bara segitu banyak kan cost, berapa triliun,” katanya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.