Sunday, January 22, 2017

PLN siap serap gas CBM hingga 250 juta MMscfd

April 30, 2010 by  
Filed under BBG

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) siap menyerap gas metana batu bara (coal bed methane/CBM) hingga 250 juta kaki kubik per hari (MMscfd) untuk dipasok ke Indonesia bagian timur.

Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji mengatakan perusahaan siap menjadi pembeli terbesar pertama CBM yang dikembangkan di Tanah Air. Menurut dia, tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan antara CBM dengan gas alam sehingga gas tidak konvensional tersebut bisa langsung digunakan untuk pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) perusahaan.

Dia mengungkapkan telah ada beberapa perusahaan produsen CBM yang mendekati PLN. Dia mencontohkan penawaran gas CBM tersebut datang untuk PLTD dan PLTG Tri Sakti Banjarmasin 150 MW yang saat ini masih dihidupkan dengan BBM.

“Bagi kami, seberapa pun besarnya CBM yang dihasilkan kami siap menampungnya, bahkan jika hanya 5 MMscfd kami serap untuk menggantikan sebagian solar yang masih digunakan. PLTD yang berkapasitas 120 MW bisa dikonversi untuk bisa menerima CBM,” jelasnya, hari ini.

Nur Pamudji juga mengatakan penggunaan CBM dalam skala lebih besar, untuk menggantikan porsi BBM, akan difokuskan bagi kelistrikan Indonesia bagian timur. Apalagi, tuturnya, adanya rencana pembangunan terminal penerima LNG mini di beberapa daerah seperti Nusa Tenggara, Maluku, Bali, dan Sulawesi. CBM bisa dipasok ke daerah-daerah tersebut dalam bentuk LNG.

“Kami akan siapkan mini LNG receiving terminal di Indonesia bagian timur, seperti Maluku, Nusa Tenggara, Bali, dan Sulawesi. Secara total kawasan Indonesia bagian timur membutuhkan tambahan gas sebesar 250 MMscfd untuk listrik dan itu bisa diambil dari LNG CBM,” katanya.

Namun, dia mengatakan rencana pembangunan terminal mini tersebut masih dalam tahap awal. PLN, katanya, perlu kepastian alokasi CBM atau gas sebelum merealisasikan rencana tersebut.

“Itu [pembangunan terminal penerima LNG mini] aspirasi kami, dan siapa saja sebenarnya boleh membangun, tidak harus PLN karena bagi PLN yang paling penting dapat gas. Perencanaan proyek itu juga masih bergantung dari alokasi gasnya. Terminal mini bisa terima gas 2,5—20 MMscfd,” paparnya.

Untuk produksi CBM skala kecil, Nur Pamudji mengatakan PLN siap membeli listrik dari produsen CBM melalui skema independent power producer (IPP). “PLN siap memberi listrik-listrik tersebut karena banyak daerah di Indonesia kekurangan listrik.”

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.