Monday, January 23, 2017

PLN siap beli listrik bertenaga sampah

August 5, 2010 by  
Filed under Alternatif

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berkomitmen membeli listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Bantar Gebang seharga Rp820 per kWh selama 7 tahun mendatang.

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengungkapkan komitmen pembelian listrik yang memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar itu akan dituangkan dalam bentuk perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) antara PLN dengan PT Navigat Organic Energy Indonesia dan PT Godang Tua Jaya, yang akan ditandatangani dalam pekan ini.

“Sebenarnya tujuan pertamanya bukan listrik, tetapi menyelesaikan masalah lingkungan dengan sampah-sampah ini [Bantar Gebang]. PLN tentunya siap membeli listriknya seharga Rp820 per kWh,” katanya di sela-sela kunjungan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh ke tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, hari ini.

Menurut dia, dengan pembelian listrik sebesar Rp820 per Kwh dari PLTSa, perseroan diperkirakan harus menyiapkan dana paling sedikit sekitar Rp1 miliar per bulannya.

Dia mengakui harga listrik berbahan bakar sampah tersebut memang terbilang cukup mahal. Namun, katanya, pembelian listrik seharga Rp820 per Kwh tersebut hanya berlaku selama 7 tahun pertama.

Setelah 7 tahun, harga pembelian listrik diturunkan menjadi Rp750 per KWh. Dia mengatakan lama kontrak jual-beli dari PLTSa Bantar Gebang selama 20 tahun.

“Tingginya harga beli listrik oleh PLN selama 7 tahun pertama ini untuk memberikan kesempatan kepada investor mengembalikan pinjaman dan investasinya. Setelah itu, mereka praktis hanya tinggal menikmati untung dan menggunakan dananya untuk kegiatan operasional saja, makanya harga diturunkan.”

Setelah listrik dari PLTSa Bantar Gebang, Dahlan menargetkan bisa membeli listrik sebanyak mungkin dari seluruh kota besar yang juga banyak menghasilkan sampah, seperti Surabaya, Medan, Bandung, dan Yogyakarta.

Namun, katanya, kapasitas pembangkitan dari pemanfaatan sampah untuk tenaga listrik sebaiknya tidak terlalu besar sehingga PLN tidak kesulitan dengan pendanaan.

“Pembangkit sampah sebaiknya kecil-kecil begini, tetapi banyak. Jangan sekaligus yang besar. PLN belinya seharga Rp820 per kWh, tetapi jualnya Rp670 per kWh. Nanti ujung-ujungnya malah pembengkakan subsidi,” tutur Dahlan.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh memberikan apresiasi atas kerja sama antara Pemda DKI, Pemda Bekasi dan perusahaan mitra swasta yang dirintis sejak Juli 2009 itu, kini telah berhasil mengubah sampah menjadi tenaga listrik.

Dari pasokan sampah penduduk DKI sejumlah 6.000 ton per hari, katanya, sekitar 4.500 ton bisa diubah menjadi listrik. Dari produksi listrik saat ini sebesar 4 MW, dia menambahkan, diharapkan menjadi 26 MW pada 2016.

“Dengan optimisme dan sinergi, kita ternyata mampu mengubah masalah dan tantangan menjadi peluang. Kita harus dorong bersama agar sampah-sampah di kota besar bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti listrik,” tutur Darwin.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.