Friday, January 20, 2017

PLN rintis penyelesaian perjanjian jual beli listrik

November 7, 2010 by  
Filed under BBG

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mewacanakan untuk menyelesaikan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan investor listrik panas bumi secara business to business (b to b) sebagai jalan keluar dari masalah yang timbul akibat tidak pastinya Perpres penugasan untuk PLN.

Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Nasri Sebayang mengatakan hingga kini perusahaan masih menunggu Perpres penugasan untuk membeli listrik panas bumi sesuai dengan harga hasil tender. Tender dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

“Perpres itu kami masih tunggu dari pemerintah. Posisi PLN adalah meminta pemerintah untuk cepat dikeluarkan,” katanya hari ini.

Namun, sebagai respons dari desakan investor yang menginginkan kepastian, PLN mewacanakan untuk meminta agar diizinkan dengan mekanisme b to b. Usulan itu, sebenarnya tidak akan memicu masalah karena PLN sendiri sudah mendapatkan patokan harga maksimal pembelian, yaitu US$0,097 per kWh.

“Kalau diizinkan kami bisa melakukannya secara b to b. Itu kalau disetujui pemerintah, dalah hal ini Menteri ESDM sebagai pihak yang memberi persetujuan harga. Toh kita sudah diberi batasan tidak boleh lebih dari US$0,097 per kWh,” paparnya.

Pengembang listrik panas bumi mendesak pemerintah segera menerbitkan aturan mengenai mekanisme penjualan energi panas bumi kepada PLN untuk mengejar target pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt tahap II.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.