Thursday, July 27, 2017

PLN Minta BP Migas Buka Pasokan Gas Sengkang

May 6, 2010 by  
Filed under BBG

Terhentinya pasokan gas dari produsen gas PT Sengkang Energy Equity Epic (EEES) Sulawesi Selatan sebanyak 50 millions metric british thermal unit (MMBTU) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTGU) Sengkang membuat sepertiga pasokan listrik Sulawesi Selatan biarpet.

Untuk memulihkannya, PT PLN (persero) meminta Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) kembali membuka pasokan gas untuk pengembang listrik swasta tersebut. “Kami meminta Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) untuk segera membuka kembali pasokan gas untuk PLTGU Sengkang supaya pasokan listrik Sulawesi Selatan yang kini sepertiganya biarpet kembali menyala,” ujar Direktur Utama PT PLN (persero) Dahlan Iskan di Jakarta, Selasa (4/5).

Padahal, sebelum peristiwa pendudukan instalasi gas oleh massa pada Sabtu (1/5) lalu, pasokan listrik di Sulsel sudah hampir 1,5 bulan tidak bermasalah. “Baru 1,5 bulan Sulsel sudah tidak biarpet. Kini mereka sudah harus mengalami lagi pemadaman. Semua pihak mengalami kerugian, tapi masyarakat sebenarnya yang paling merugi karena berbagai aktivitas perekonomian terganggu,” ujar Dahlan.

Aksi demonstrasi menuntut pembagian dana bagi hasil (DBH) produksi gas blok Sengkang tersebut berlangsung dari Kamis (29/4) dan berakhir dengan pendudukan lapangan produksi gas EEES pada Sabtu (1/5) lalu. Akibatnya BP Migas memutuskan untuk menghentikan pengoperasian instalasi gas EEES. “Jadi yang menutup instalasi pada Sabtu (1/5) adalah keputusan BP Migas karena situasi di sana membahayakan,” jelas Dahlan.

Pihaknya juga meminta agar masalah dana bagi hasil (DBH) produksi gas yang menjadi pendorong terjadi demonstrasi di sana untuk segera diselesaikan oleh pemerintah pusat. “Demonstrasi tersebut terjadi karena daerah tidak mendapatkan manfaat apa-apa dari keberadaan gas di daerah itu. Harusnya daerah dapat DBH, tapi mereka tidak dapat. Tapi yang namanya DBH itu bukan kewajiban perusahaan tapi pemerintah pusat yang membayarkan DBH ke daerah,” papar Dahlan.

Terhentinya pasokan gas dari Blok Kampung Baru Sengkang tersebut membuat hilangnya pasokan listrik sebesar 125 megawatt (Mw) untuk Kota Makassar dan enam Kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan. “Kami terpaksa melakukan pemadaman rata-rata 2 jam untuk Makassar dan enam kabupaten lain,” ujar Direktur Kawasan Timur Indonesia PLN, Vickner Sinaga.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.