Friday, May 26, 2017

PLN Kekurangan Pasokan Gas Hingga Akhir Tahun

April 22, 2010 by  
Filed under BBG

Jakarta – PT PLN (Persero) mengakui akan mengalami defisit gas hingga Desember 2010. Hal ini terungkap ketika Direktur Energi Primer PT PLN Nur Pamudji menjelaskan skenario yang pas untuk kinerja PLN saat ini dihadapan Komisi VII DPR RI.

Menurut Nur Pamudji, terdapat beberapa kendala mendapatkan tambahan gas 100 MMSCFD karena belum adanya alokasi pasokan dalam tahun ini dari BP Migas. Oleh karena itu, skenario yang paling realistis untuk adalah margin PLN pada tahun ini sebesar 8%, kenaikan TDL 15%, alfa 5%, pasokan gas 278,6 ribu BBTU, volume BBM 7,6 juta kl. Kondisi ini menyebabkan subsidi tanpa DMO batu bara mencapai Rp 60,2 triliun, sedangkan dengan DMO batubara mencapai Rp 54,1 triliun.

“Yang realistis skenario 3 (skenario di atas). Gas itu tidak ada, yang ada jatahnya PLN dikurangi. Pada bulan Maret lalu telah diumumkan penurunan gas. Ini terjadi sampai Desember karena di Muara Tawar gas PLN tinggal 100 MMSCFD. Itu yang paling realistis pada tahun ini dan yang bisa jawab BP Migas,” ujarnya dalam RDP DPR RI, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/4/2010) malam.

Sebelumnya, PLN mempersiapkan 12 skenario yang terbagi 4 dengan pilihan 4 margin yang berbeda yaitu 8%, 7%, 6%, dan 5%. Dengan kenaikan TDL tetap pada 15% dan alfa 5%.

Margin 8%

Skenario 1:
Gas BBTU 320,8 ribu BBTU
Volume BBM 6, 4 juta KL
Tanpa DMO batubara subsidi Rp54,5 triliun, dengan DMO batubara Rp48,4
triliun

Skenario 2:
Gas 357,3 ribu BBTU
Volume BBM 5,4 juta kl
Subsidi tanpa DMO Rp49,6 triliun, dengan DMO Rp43,7 triliun

Skenario 3:
Gas 278,6 ribu BBTU
Volume BBM 7,6 juta KL,
Subsidi tanpa DMO Rp60,2 triliun, dengan DMO Rp 54,1 triliun.

Margin 7%

Skenario 1
Gas 320,8 ribu BBTU
Volume BBM 6,4 juta KL
Subsidi BBM tanpa DMO batu bara Rp53,1 triliun.
Subsidi dengan DMO Rp 47,1 triliun

Skenario 2:
Gas 357,3 ribu BBTU
Volume BBM 5,4 juta KL
Subsidi tanpa DMO Rp48,2 triliun, Subsidi dengan DMO Rp42,5 T

Skenario 3:
Gas 278,6 ribu BBTU
Volume BBM 7,6 juta KL
Subsidi BBM tanpa DMO Rp 58,7 triliun,
Subsidi dengan DMO Rp52,7 triliun

Margin 6%

Skenario 1:
Gas 320,8 ribu BBTU
Volume BBM 6,4 juta KL
Subsidi BBM tanpa DMO Rp51,7 T,
Subsidi dengan DMO Rp45,7 triliun

Skenario 2:
Gas 357,3 ribu BBTU
Volume BBM 5,4 juta KL
Subsidi tanpa DMO Rp46,9 triliun,
Subsidi dengan DMO Rp41,4 triliun

Skenario 3:
Gas 278,6 ribu BBTU
Volume BBM 7,6 juta KL
Subsidi BBM tanpa DMO Rp57,2 triliun,
Subsidi dengan DMO Rp51,3 triliun

Margin 5%

Skenario 1:
Gas 320,8 ribu BBTU
Volume BBM 6,4 juta KL
Subsidi tanpa DMO 50,3 triliun,
Subsidi dengan DMO Rp44,4 triliun

Skenario 2:
Gas 357,3 ribu BBTU
Volume BBM 5,4 juta KL.
Subsidi tanpa DMO Rp45,5 triliun
Subsidi dengan DMO Rp40,3 triliun

Skenario 3:
Gas 278,6 ribu BBTU
Volume BBM 7,6 juta KL
Subsidi BBM tanpa DMO Rp55,8 triliun
Subsidi dengan DMO Rp49,9 triliun.

Pada kesempatan itu juga, Nur Pamudji menerangkan beberapa program efisiensi yang akan dilakukan PLN sehingga bisa menghemat Rp 1,7 triliun.

“Penurunan losses dari 9,95 menjadi 9,41% dapat menghemat Rp 500 miliar. Tender BBM 2 juta kl menghemat Rp 200 miliar. Kemudian Perbaikan proses bisnis Procurement (Capex) diharapkan mencapai Rp 1 triliun,” tukasnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.