Sunday, July 23, 2017

PLN hemat biaya BBM PLTA Asahan 3

May 16, 2010 by  
Filed under Featured, Hydro Power

PT PLN (Persero) memperkirakan jika pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Asahan 3 dioperasikan BUMN itu, maka biaya pembelian BBM dapat dihemat sebesar Rp2,5 triliun per tahun.

Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Nasri Sebayang menegaskan BUMN itu perlu menambah pembangkit yang dapat menghemat biaya atau menekan biaya produksi, sehingga harga jual energi listrik kepada masyarakat tidak harus dinaikkan.

“Untuk mengoperasikan sebuah pembangkit dengan kapasitas 174 megawatt (MW), PLN membutuhkan BBM [bahan bakar minyak] sedikitnya 450.000 kiloliter per tahun. Kalau diganti dengan pembangkit bertenaga air, dengan kapasitas yang sama, maka dana yang mampu dihemat sekitar Rp2,5 triliun,” ujarnya di Medan akhir pekan lalu.

Menurut dia, investasi untuk membangun PLTA relative besar dibandingkan dengan pembangkit tenaga gas dan uap. Akan tetapi, lanjutnya, biaya produksi energi yang dihasilkan PLTA, sekitar Rp250 per Kwh [kilowatt hers] dengan masa operasi sekitar 50 tahun.

PLTA dengan kapasitas 2×87 MW seperti PLTA Asahan 3, paparnya, membutuhkan dana sebesar US$330 juta (Rp 3,3 triliun). Pendanaan tersebut berasal dari JBIC sebesar US$250 juta, sementara sisanya berasal dari PLN dan pemerintah.

“Kami membangun PLTA senilai Rp3,3 triliun, sementara dana yang mampu dihemat Rp 2,5 triliun per tahun. Berarti, PLN akan mampu menghemat biaya BBM dan dapat dialihkan untuk membangun pembangkit lain,” tuturnya.

“Walaupun ini didanai Jepang, tetapi lelang internasional ini bisa diikuti oleh negara manapun yang memenuhi persyaratan,” katanya.

Nasri menargetkan PLTA unit 1 akan mulai beroperasi pada 2013, diikuti dengan unit berikutnya pada 2014. Dia berharap kehadiran PLTA ini bisa memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatra Utara. “Saat ini kondisi listrik di sana sudah membaik. Semoga dengan adanya proyek ini akan semakin lebih baik,” harapnya.

Pembangunan PLTA yang telah digulirkan sejak tiga tahun lalu tersebut, hingga kini masih terkendala izin dari Gubernur Sumatra Utara Syamsul Arifin yang belum juga memberikan ijin lokasi kepada PLN. Perizinan malah diberikan kepada perusahaan swasta PT Badzra Daya Sentra Nusa yang mengembangkan PLTA Asahan 1.

Belakangan diketahui, perusahaan tersebut belum memiliki Amdal sebagai syarat pemberian berbagai ijin, baik ijin prinsip maupun ijin lokasi.

Dirut PT PLN Dahlan Iskan menegaskan walaupun belum mendapatkan izin, tetapi PLN bersikukuh untuk membangun PLTA Asahan 3 dengan menederkan proyek itu Juni, karena jika pembangunannya tertunda, krisis listrik akan kembali menghantui Provinsi Sumatra Utara pada 2013.

Dahlan menegaskan dalam rapat di kantor Wakil Presiden beberapa waktu lalu, telah diputuskan PLN yang akan membangun pembangkit itu dan PLN mengaku telah mengantongi ijin Amdal pembangunan PLTA itu. Saat ini daya mampu pembangkit di Sumut sebesar 1.233 MW, sedangkan beban puncaknya 1.063 MW.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.